![]() |
| Hasil survei Ipsos Global Trustworthiness Index 2024 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pegawai pemerintah di Indonesia hanya mencapai 33 persen. (Foto: freepik) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi sorotan setelah hasil survei Ipsos Global Trustworthiness Index 2024 menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pegawai pemerintah di Indonesia hanya mencapai 33 persen. Angka tersebut menempatkan ASN sebagai salah satu dari empat profesi yang paling tidak dipercaya masyarakat.
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Muhammad Taufiq, menyebut temuan tersebut sebagai peringatan serius bagi birokrasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus memperkuat integritas aparatur negara.
"Kita ingat bahwa di survei Ipsos tahun kemarin, ASN adalah salah satu dari empat profesi yang tidak dipercaya. Ini sangat menyedihkan," ujar Taufiq saat memberikan keterangan di kantor LAN, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, rendahnya tingkat kepercayaan publik tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa karena kepercayaan merupakan modal utama bagi pemerintahan dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Integritas ASN Harus Diperkuat
Taufiq menegaskan peningkatan kompetensi ASN harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan integritas. Budaya belajar di lingkungan birokrasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membentuk perilaku yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
"Untuk menjadi orang baik harus belajar, tetapi untuk menjadi orang yang jahat juga belajar. Dengan membiarkan kebiasaan buruk, berarti seseorang sedang belajar menjadi buruk," katanya.
Ia menilai reformasi birokrasi tidak cukup hanya dilakukan melalui digitalisasi layanan atau penyederhanaan prosedur, tetapi juga membutuhkan perubahan budaya kerja yang menjunjung tinggi akuntabilitas, transparansi, dan etika pelayanan.
Hasil Survei Ipsos
Dalam laporan Ipsos Global Trustworthiness Index 2024 yang dipublikasikan pada Januari 2025, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap sejumlah profesi tercatat sebagai berikut:
Polisi: 28 persen
Influencer: 32 persen
Pegawai Pemerintah/ASN: 33 persen
Pengacara: 37 persen
Hakim: 42 persen
Jurnalis: 51 persen
Data tersebut menunjukkan bahwa profesi ASN masih berada di bawah rata-rata tingkat kepercayaan terhadap beberapa profesi lain yang memiliki peran penting dalam kehidupan publik.
Meski demikian, Ipsos juga mencatat tingkat kepercayaan terhadap ASN di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat yang berada di angka 26 persen dan setara dengan Thailand.
Survei Melibatkan 32 Negara
Ipsos melakukan survei tersebut pada 24 Mei hingga 7 Juni 2024 dengan melibatkan 23.530 responden dari 32 negara.
Negara-negara seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan Inggris masing-masing memiliki sekitar 1.000 responden. Sementara Indonesia, Malaysia, dan Filipina diwakili sekitar 500 responden yang dipilih menggunakan metode survei daring sesuai standar penelitian Ipsos.
Tantangan Reformasi Birokrasi
Sejumlah pengamat administrasi publik menilai rendahnya kepercayaan terhadap ASN dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kasus korupsi, praktik pelayanan yang belum merata, hingga persepsi masyarakat terhadap lambannya birokrasi.
Pemerintah sendiri terus mendorong reformasi birokrasi melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), penguatan sistem merit dalam manajemen ASN, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat pusat maupun daerah.
Namun, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa transformasi birokrasi masih membutuhkan langkah yang lebih konsisten agar mampu membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Kepercayaan publik dinilai tidak hanya lahir dari kebijakan yang baik, tetapi juga dari pengalaman langsung masyarakat ketika berinteraksi dengan aparatur pemerintah yang profesional, transparan, responsif, dan berintegritas tinggi.
(berbagai sumber)
