Editor: Devona R
Dosen sedang mengajar mahasiswa di kelas. (Foto ilustrasi: UAD)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Kabar baik bagi para dosen di Indonesia. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026 yang memberikan kesempatan bagi dosen tetap melanjutkan studi S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri dengan pembiayaan penuh dari APBN.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa penerima beasiswa tetap dapat menjalankan tugas sebagai dosen tanpa kehilangan hak atas tunjangan profesi, selama pelaksanaan studi tidak mengganggu kewajiban akademik.
"Sekarang sudah ada ketentuan bahwa dosen sambil berkuliah tetap bisa melaksanakan tridarma. Pendapatan dari sertifikasi dosen dan lainnya tetap bisa diberikan selama kuliah maupun pengajaran berjalan dengan baik," ujar Brian dalam sosialisasi BPDDI yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemdiktisaintek dikutip Minggu (21/6/2006).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi, menyebut BPDDI merupakan instrumen strategis untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen di Indonesia.
Menurut Sandro, beasiswa tersebut terbuka bagi dosen tetap perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) yang berada di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.
Tiga Skema Beasiswa
BPDDI 2026 menawarkan tiga jalur pendanaan, yakni Skema Reguler, Joint Degree/Dual Degree, serta Skema Pendanaan Kemitraan (co-funding) yang menjadi skema baru. Melalui skema kemitraan, perguruan tinggi dapat berbagi pembiayaan dengan pemerintah untuk mendukung studi lanjut para dosennya.
Adapun fasilitas yang diterima penerima beasiswa meliputi biaya kuliah (tuition fee), dana penelitian dan disertasi, bantuan publikasi jurnal internasional, biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, hingga bantuan khusus bagi penyandang disabilitas.
Ada Tahapan Seleksi Baru
Pada penyelenggaraan tahun ini, Kemdiktisaintek menambahkan Tes Bakat Skolastik (TBS) berbasis komputer sebagai tahapan baru seleksi. Tes tersebut bertujuan mengukur kemampuan akademik, logika berpikir, dan pemecahan masalah calon peserta.
Selain TBS, peserta tetap harus melewati seleksi administrasi dan wawancara substansi yang menilai visi studi, komitmen, serta kontribusi terhadap institusi dan dunia pendidikan tinggi.
Syarat Utama dan Cara Mendaftar
Calon peserta harus berstatus sebagai dosen tetap, merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki ijazah magister, memperoleh izin dari perguruan tinggi asal, serta diterima pada program doktor yang masuk dalam daftar perguruan tinggi tujuan yang ditetapkan PPAPT.
Khusus mahasiswa baru, IPK jenjang magister minimal 3,25 dan wajib menyertakan surat rekomendasi.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal beasiswa.kemdiktisaintek.go.id dengan melengkapi dokumen persyaratan, menyusun esai sebanyak 1.500–2.000 kata, serta proposal penelitian sesuai ketentuan.
Tim teknologi informasi Kemdiktisaintek juga mengingatkan peserta agar memastikan data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) telah diperbarui sebelum mendaftar. Selain itu, pada proses registrasi, peserta diminta menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai username, bukan alamat email.
Jadwal Penting BPDDI 2026
Pendaftaran dibuka pada 19 Juni hingga 9 Juli 2026. Seleksi administrasi berlangsung sampai 14 Juli, dilanjutkan Tes Bakat Skolastik pada 29–30 Juli, seleksi substansi 9–14 Agustus, dan hasil akhir penerima beasiswa dijadwalkan diumumkan pada 21 Agustus 2026.
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa hasil seleksi bersifat final dan tidak tersedia mekanisme sanggah pada setiap tahapan penilaian. Sambil melengkapi dokumen persyaratan, pantau panduan resmi beasiswa dan pendaftarannya di laman https://beasiswa.kemdiktisaintek.go.id/.
(Sumber: Kemendiktisaintek)