Editor: Yogi Ardhi
Pameran budaya bertajuk Cultura Persib yang digelar di Grey Art Gallery, kawasan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat, 9 Juni hingga 10 September 2026. (Foto: Persib Official)
GEBRAK.ID; BANDUNG – Kesuksesan meraih tiga gelar juara liga secara beruntun tidak hanya dirayakan di lapangan hijau. Persib Bandung memilih cara berbeda untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut melalui sebuah pameran budaya bertajuk Cultura Persib yang digelar di Grey Art Gallery, kawasan Braga, Kota Bandung, Jawa Barat.
Pameran yang berlangsung mulai 9 Juni hingga 10 September 2026 itu menghadirkan perjalanan panjang Maung Bandung sebagai salah satu klub sepak bola paling berpengaruh di Indonesia. Tak hanya menampilkan sejarah klub, Cultura Persib juga menjadi ruang refleksi atas pencapaian luar biasa setelah sukses menjuarai Liga 1 pada musim 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026.
Komisaris dan Manajer Tim PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menyatakan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya milik klub, tetapi juga milik seluruh Bobotoh dan masyarakat Jawa Barat yang selama ini tumbuh bersama Persib.
"Karena itu, Cultura Persib kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama," ujar Umuh, Selasa (9/6/2026).
Menurut Umuh, di balik setiap kemenangan dan trofi yang diraih, terdapat sejarah panjang, nilai kebersamaan, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara Persib, Kota Bandung, dan masyarakat Jawa Barat selama puluhan tahun.
"Persib bukan hanya klub sepak bola. Persib sudah menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Jawa Barat," kata Umuh.
Melalui pendekatan seni dan budaya, pengunjung diajak melihat Persib dari perspektif yang lebih luas. Klub yang berdiri pada 1933 itu tidak hanya dipahami sebagai tim yang berlaga di lapangan, tetapi juga sebagai ruang yang menyimpan berbagai cerita, memori kolektif, dan ekspresi kreatif yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebanyak 95 karya dan objek dipamerkan dalam gelaran ini. Koleksi tersebut mencakup karya seni rupa, mural, instalasi visual, arsip sejarah, memorabilia, jersey legendaris, hingga ruang tematik yang membawa pengunjung menelusuri perjalanan Maung Bandung dari masa ke masa.
Selain menghadirkan pameran, Cultura Persib juga akan diramaikan berbagai kegiatan publik seperti diskusi, talkshow, pertemuan komunitas, hingga aktivitas kreatif yang melibatkan masyarakat. Program-program tersebut diharapkan menjadi wadah pertemuan antara seni, sepak bola, dan komunitas dalam satu ruang yang terbuka dan inklusif.
Owner Grey Art Gallery, Elia Yoesman, mengatakan pameran ini lahir dari keyakinan bahwa PERSIB merupakan salah satu fenomena budaya terbesar yang dimiliki Kota Bandung.
"Kami ingin memperlihatkan bagaimana Persib telah menjadi sumber inspirasi yang melampaui sepak bola dan berkembang menjadi bagian dari identitas budaya kota," ujar Elia.
Menurut Elia, pengaruh Persib tidak hanya terasa di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial, ekonomi kreatif, hingga aktivitas keseharian masyarakat Bandung.
Sebagai ruang kolaborasi budaya, Cultura Persib melibatkan puluhan seniman, kreator, dan kontributor melalui skema Invitation Artist, Open Call Artist, serta Contribution Artist. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menjadi titik temu berbagai ekspresi seni dan kreativitas.
Lebih dari sekadar mengenang musim penuh prestasi, pameran ini juga menjadi jembatan menuju era baru Persib dalam menyongsong kompetisi Super League 2026/2027. Sebab, seperti yang ingin disampaikan melalui Cultura Persib, perjalanan sebuah klub besar tidak hanya dibangun oleh kemenangan dan trofi, tetapi juga oleh cerita, kenangan, serta ikatan yang terus tumbuh bersama para pendukungnya. (*)