Editor: A. Rayyan K
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus. (Foto: Tangkapan layar TV Parlemen)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Polemik mengenai posisi PDI Perjuangan (PDIP) di luar pemerintahan kembali memanas. Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus melontarkan kritik keras kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai pernyataannya yang meminta PDIP tetap memberikan kritik konstruktif meski berada di luar kabinet.
Deddy meminta AHY menghormati sikap politik PDIP dan tidak melontarkan pernyataan yang dinilai dapat memicu kesalahpahaman di tengah publik.
"Sama Pak AHY, jangan menghasut," kata Deddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Pernyataan tersebut merupakan respons atas komentar AHY sehari sebelumnya. Saat berada di Gedung DPR, Senin (22/6/2026), AHY mengatakan dirinya menghormati pilihan politik setiap partai, termasuk PDIP yang kini berada di luar pemerintahan.
Menurut AHY, seluruh partai memiliki kepentingan masing-masing, namun kepentingan nasional harus tetap ditempatkan di atas kepentingan politik.
"Saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan, tapi marilah kita meletakkan kepentingan bersama dan nasional kita di atas kepentingan partisan," ujar AHY.
Menanggapi hal itu, Deddy menilai PDIP kerap dijadikan sasaran tudingan tanpa bukti setiap kali muncul aksi demonstrasi. Ia mengingatkan bahwa pada 2025 partainya juga sempat dituding menjadi dalang aksi unjuk rasa, namun tidak pernah ada proses hukum yang membuktikan tuduhan tersebut.
Menurutnya, situasi serupa kembali terjadi pada 2026 setelah nama kader PDIP Andi Widjajanto dikaitkan dengan gelombang demonstrasi mahasiswa.
"Nah, sekarang sama saja. Dituduh-tuduh Andi Widjajanto. Bahkan seorang menko seperti AHY ngomong. Ini lagi-lagi membuktikan bahwa berada di luar pemerintahan itu selalu mudah menjadi kambing hitam," ujar Deddy.
Deddy menilai tuduhan tersebut hanya dibangun di atas asumsi tanpa didukung fakta maupun dasar hukum. Ia bahkan menduga kritik terhadap posisi PDIP lebih dipengaruhi dinamika internal partai-partai pendukung pemerintah.
Di sisi lain, Deddy menegaskan aksi mahasiswa yang berlangsung di berbagai daerah merupakan gerakan independen yang lahir dari keresahan publik, bukan hasil rekayasa partai politik. "Hampir tidak mungkin melakukan orkestrasi demonstrasi yang masif di seluruh Indonesia. Ini murni dari mahasiswa," tegasnya.
Menutup pernyataannya, Deddy menyindir pihak-pihak yang terus mengaitkan PDIP dengan berbagai aksi protes. Ia meminta energi pemerintah lebih difokuskan untuk merespons tuntutan mahasiswa daripada mencari pihak yang disalahkan.
"Kalau mau cari kambing ya pas kurban, jangan pas rakyat dan mahasiswa sedang merasa aspirasi mereka diabaikan," pungkas Deddy.
(Sumber: PDIP)
JANGAN TERLEWATKAN AHY Respons Isu Posisi Politik PDIP, Tekankan Kepentingan Nasional Harus Diutamakan