Editor: Devona R
Doktor Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) Dr. drg. Deviyanti Pratiwi. (Foto: Humas UI)
GEBRAK.ID; DEPOK – Kekayaan hayati Indonesia kembali menunjukkan potensinya dalam dunia kesehatan. Kali ini, inovasi datang dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) melalui penelitian yang mengembangkan minyak nilam sebagai terapi tambahan untuk mengatasi penyakit periodontal atau penyakit gusi.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Doktor FKG UI, Dr. drg. Deviyanti Pratiwi, yang berhasil memanfaatkan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai bahan pendukung dalam perawatan penyakit gusi yang selama ini menjadi salah satu masalah kesehatan mulut paling umum di masyarakat.
Menurut Deviyanti, penyakit periodontal merupakan peradangan pada jaringan penyangga gigi yang umumnya dipicu oleh penumpukan bakteri di rongga mulut. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan jaringan yang lebih serius hingga menyebabkan gigi tanggal.
“Penyakit periodontal merupakan peradangan pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh penumpukan bakteri di rongga mulut. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga gigi hingga kehilangan gigi,” kata Deviyanti dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Dalam risetnya, Deviyanti mengolah minyak nilam menggunakan teknologi berukuran sangat kecil atau nanoformulasi sehingga senyawa aktifnya dapat bekerja lebih efektif pada area yang mengalami peradangan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bahan alami dalam menekan pertumbuhan bakteri penyebab penyakit periodontal.
Hasil penelitian menunjukkan formulasi yang dikembangkan mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri yang berkaitan dengan penyakit gusi. Temuan tersebut menjadi sinyal positif bahwa minyak nilam tidak hanya memiliki nilai ekonomi sebagai komoditas ekspor, tetapi juga berpotensi besar dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.
Pengujian awal yang dilakukan peneliti juga memperlihatkan hasil yang menjanjikan untuk pengembangan terapi tambahan pada pasien penyakit periodontal. Dengan kata lain, minyak nilam dapat menjadi pendamping perawatan medis yang selama ini digunakan dalam penanganan penyakit gusi.
Selain menawarkan pendekatan terapi yang lebih inovatif, penelitian ini turut membuka peluang pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku produk kesehatan bernilai tinggi. Langkah tersebut sejalan dengan tren global yang semakin mendorong penggunaan bahan alami berbasis riset ilmiah dalam dunia kedokteran.
Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, menilai penelitian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Penelitian ini menunjukkan kontribusi FKG UI dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Inovasi berbasis bahan alam seperti ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan terapi tambahan di bidang kedokteran gigi, khususnya dalam penanganan penyakit periodontal,” ujar Prof. drg. Lisa.
Ke depan, hasil penelitian tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis yang lebih luas sehingga manfaat minyak nilam sebagai terapi pendukung penyakit gusi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam layanan kesehatan gigi di Indonesia.
(Sumber: Humas UI)