GEBRAK.ID; JAKARTA – Panggung Piala Dunia 2026 baru saja dibuka, namun persaingan memperebutkan gelar pencetak gol terbanyak atau Sepatu Emas sudah mulai memanas. Nama penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, menjadi sorotan setelah tampil gemilang dan memimpin daftar sementara top skor turnamen, hingga Minggu (14/6/2026).
Striker berusia 25 tahun itu mencetak dua gol saat Amerika Serikat menghajar Paraguay dengan skor 4-1 pada laga pembuka Grup D yang berlangsung di Stadion SoFi, Los Angeles. Penampilan impresif tersebut tidak hanya membawa tim tuan rumah meraih tiga poin penting, tetapi juga menempatkan Balogun di posisi teratas dalam perburuan penghargaan individu paling bergengsi bagi para penyerang.
Dalam laporan yang dirilis FIFA, Balogun menjadi satu-satunya pemain yang telah mengoleksi dua gol setelah rangkaian pertandingan pembuka digelar. Sementara itu, sejumlah pemain lain masih menguntit dengan torehan masing-masing satu gol.
Kemenangan atas Paraguay sekaligus menjadi awal yang menjanjikan bagi skuad Paman Sam yang berstatus sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko. Balogun tampil sebagai motor serangan utama dan menunjukkan naluri gol yang tajam sejak menit-menit awal pertandingan.
Menariknya, pencapaian Balogun juga memiliki nilai historis tersendiri. Ia tercatat sebagai pemain pertama yang mampu mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan Piala Dunia untuk timnas Amerika Serikat sejak edisi perdana turnamen pada tahun 1930.
"Ini tentu menjadi awal yang bagus, tetapi perjalanan masih sangat panjang. Yang terpenting adalah membantu tim meraih kemenangan," ujar Balogun usai pertandingan.
Meski demikian, persaingan menuju Sepatu Emas diprediksi masih akan berlangsung sangat ketat. Dari total 48 negara peserta, baru sebagian kecil tim yang menjalani pertandingan pertama. Artinya, daftar pencetak gol masih sangat mungkin berubah dalam beberapa hari ke depan.
Sejumlah pemain yang telah membuka rekening gol mereka di Piala Dunia 2026 antara lain, Giovanni Reyna dari Amerika Serikat, Hwang In-beom dan Oh Hyeon-gyu dari Korea Selatan, Cyle Larin dari Kanada, Raul Jimenez serta Julian Quinones dari Meksiko, hingga Vinicius Junior dari Brasil.
Selain itu, nama-nama seperti Breel Embolo (Swiss), Ismael Saibari (Maroko), Jhon McGinn (Skotlandia), Nestory Irankunda dan Connor Metcalfe (Australia) juga telah mencatatkan diri di papan skor.
FIFA menjelaskan bahwa penghargaan Sepatu Emas akan diberikan kepada pemain dengan jumlah gol terbanyak sepanjang putaran final Piala Dunia. Jika terdapat dua atau lebih pemain dengan jumlah gol yang sama, maka jumlah assist akan menjadi penentu utama.
Apabila jumlah gol dan assist masih identik, FIFA akan menggunakan total menit bermain sebagai faktor pembeda. Pemain yang mencatatkan menit bermain lebih sedikit akan menempati posisi lebih tinggi dalam klasemen perburuan Sepatu Emas.
Dengan masih banyaknya pertandingan yang akan berlangsung, Balogun memang baru memimpin "perlombaan" di garis start. Namun, ketajamannya pada laga perdana menjadi sinyal bahwa striker Amerika Serikat itu layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
(Berbagai Sumber)
