Editor: Damar Pratama
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. (Foto: Honda Team Asia)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Angin segar terus berembus untuk pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama. Penampilan konsisten yang ditunjukkannya sepanjang musim Moto3 2026 kini berbuah manis setelah namanya resmi merangsek ke posisi tiga besar klasemen sementara kejuaraan dunia.
Lonjakan posisi tersebut terjadi setelah pembalap Spanyol Adrian Fernandez dijatuhi sanksi diskualifikasi dari enam seri awal Moto3 musim 2026 akibat pelanggaran teknis terkait penggunaan mesin yang tidak sesuai regulasi. Keputusan itu diumumkan setelah investigasi lanjutan yang dilakukan Steward FIM MotoGP bersama Direktur Teknis.
Berdasarkan klasemen terbaru yang dirilis MotoGP pada Jumat (5/6/2026), Veda Ega yang memperkuat Honda Team Asia itu kini menempati posisi ketiga dengan koleksi 71 poin dari tujuh balapan yang telah berlangsung. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi Veda yang sedang menjalani musim perdananya di kelas Moto3.
Di tengah persaingan ketat dengan pembalap-pembalap muda terbaik dunia, rider asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mampu tampil konsisten dan beberapa kali bersaing di barisan depan.
Sepanjang tujuh seri awal musim ini, Veda berhasil sekali naik podium. Hasil terbaiknya diraih saat finis ketiga pada Moto3 GP Brasil dan Moto3 GP Prancis. Raihan poin demi poin dari balapan tersebut menjadi modal berharga yang kini mengantarkannya masuk ke jajaran elite klasemen sementara.
Di atas Veda masih bercokol dua pembalap Spanyol, yakni Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team yang memimpin klasemen serta Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo yang menempati posisi kedua.
Adrian Fernandez Kehilangan Hasil Enam Balapan
Kenaikan posisi Veda tidak lepas dari keputusan tegas FIM MotoGP terhadap Adrian Fernandez. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap mesin yang digunakan, ditemukan adanya pelanggaran teknis berupa pembukaan mesin tanpa izin resmi dari pihak berwenang.
Dalam laporan resmi yang dipublikasikan MotoGP, investigasi dilakukan berdasarkan temuan Direktur Teknis terkait segel mesin serta laporan dari pabrikan mesin yang digunakan.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan mesin tersebut telah dibuka tanpa izin resmi," demikian isi keputusan yang diumumkan Steward FIM MotoGP.
Akibat pelanggaran tersebut, seluruh hasil yang diraih Fernandez pada enam seri awal musim dinyatakan tidak sah. Balapan yang terdampak meliputi GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Katalunya.
Sanksi itu membuat pembalap Spanyol tersebut kehilangan sejumlah besar poin dan terlempar jauh ke posisi ke-20 klasemen sementara dengan hanya menyisakan 13 poin.
Keputusan tersebut otomatis mengubah susunan klasemen Moto3 dan memberikan keuntungan bagi sejumlah pembalap yang berada di bawahnya, termasuk Veda Ega Pratama.
Sebelumnya Juga Diuntungkan Diskualifikasi Brian Uriarte
Menariknya, ini bukan kali pertama Veda mendapatkan keuntungan dari revisi hasil balapan akibat pelanggaran teknis rivalnya musim ini.
Sebelumnya, pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, juga harus menerima hukuman diskualifikasi dari Moto3 GP Katalunya setelah motor yang digunakannya terbukti memakai oli yang tidak sesuai dengan regulasi kejuaraan.
Meski pelanggaran tersebut baru diumumkan setelah seri Italia berakhir, FIM tetap memberlakukan sanksi terhadap hasil balapan di Katalunya. Seluruh pencapaian Uriarte pada seri tersebut dibatalkan, termasuk finis di posisi keempat yang sebelumnya memberinya tambahan 13 poin.
Steward FIM MotoGP menegaskan seluruh tim wajib menggunakan oli resmi yang telah ditentukan penyelenggara tanpa modifikasi ataupun penggantian yang melanggar aturan.
"Pemakaian oli resmi tanpa penambahan atau penggantian wajib dilakukan," tulis Steward FIM MotoGP dalam pernyataan resminya.
FIM juga menegaskan bahwa Direktur Teknis berhak mengambil sampel oli kapan saja dari tim maupun mesin peserta guna memastikan seluruh kontestan mematuhi regulasi teknis yang berlaku.
Akibat diskualifikasi tersebut, hasil Moto3 GP Katalunya mengalami revisi. Veda yang semula finis di posisi kedelapan naik satu tingkat ke urutan ketujuh dan memperoleh tambahan satu poin.
Meski hanya bertambah satu angka, dampaknya cukup besar terhadap persaingan klasemen. Saat itu Veda berhasil naik dari posisi kelima ke peringkat keempat klasemen sementara, sementara Uriarte turun drastis setelah kehilangan 13 poin.
Makin Kokoh Sebagai Rookie Terbaik
Selain menembus tiga besar klasemen umum, performa Veda juga semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu rookie terbaik Moto3 musim ini.
Pembalap binaan Astra Honda tersebut kini kembali memimpin klasemen pendatang baru atau rookie of the year setelah unggul cukup nyaman dari para pesaingnya.
Konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan Veda sepanjang musim debutnya. Saat banyak rookie lain masih kesulitan beradaptasi dengan karakter motor, sirkuit baru, dan tekanan kompetisi level dunia, Veda justru mampu tampil stabil dan rutin mengamankan poin.
Perkembangan pesat pembalap berusia muda itu juga menjadi kabar menggembirakan bagi dunia balap motor Indonesia. Setelah bertahun-tahun menantikan wakil yang mampu bersaing secara reguler di level Grand Prix, Veda kini mulai menunjukkan bahwa dirinya memiliki potensi untuk menjadi salah satu bintang masa depan MotoGP.
Musim masih panjang dan persaingan gelar Moto3 2026 masih terbuka lebar. Namun dengan performa yang terus meningkat serta dukungan penuh dari Honda Team Asia, peluang Veda untuk mencetak sejarah baru bagi Indonesia di ajang balap motor dunia semakin terbuka.
Jika mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir musim, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan menjadi pembalap Indonesia pertama yang finis di papan atas klasemen akhir Moto3 sekaligus membuka jalan menuju kelas yang lebih tinggi di masa mendatang.
(Sumber: MotoGP)