Editor: Endro Yuwanto
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah) saat melakukan kunjungan ke SDN Cimahpar 5 Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/6/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; BOGOR – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Tidak hanya menghadirkan bangunan sekolah yang lebih layak dan nyaman, program ini juga berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.
Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah sekolah di Kota Bogor yang menjadi penerima program revitalisasi. Sekolah yang sebelumnya kurang diminati kini mulai menjadi pilihan utama para orang tua saat mendaftarkan anak mereka ke jenjang pendidikan dasar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas sarana dan prasarana pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap minat masyarakat dalam memilih sekolah.
Dari Bangunan Tua Menjadi Sekolah yang Membanggakan
Sebelum direvitalisasi, sejumlah ruang kelas di beberapa sekolah berada dalam kondisi yang kurang memadai. Bangunan yang telah digunakan selama bertahun-tahun mengalami berbagai kerusakan yang berdampak pada kenyamanan proses belajar mengajar.
Kini situasinya berubah. Ruang kelas yang lebih aman, bersih, dan nyaman menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Kepala SDN 05 Cimahpar, Iim Rohimah, mengatakan revitalisasi sekolah memberikan dampak yang sangat terasa, tidak hanya bagi proses pembelajaran tetapi juga terhadap kepercayaan masyarakat.
“Ruang kelasnya nyaman, baik, bagus, dan sangat bermanfaat. Alhamdulillah, dampaknya terasa pada minat masyarakat. Saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), jumlah pendaftar meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Iim.
Menurut Iim, pada tahun-tahun sebelumnya sekolah yang dipimpinnya cenderung sepi peminat pada awal masa pendaftaran siswa baru. Namun kondisi tersebut berubah drastis setelah revitalisasi selesai dilaksanakan.
“Bahkan sebelum pendaftaran dibuka, sudah banyak orang tua yang datang untuk mencari informasi dan memastikan anak mereka bisa bersekolah di sini,” kata Iim, Rabu (10/6/2026).
Kepercayaan Masyarakat Meningkat
Fenomena serupa juga terjadi di SDN 02 Leuwibatu. Masyarakat menilai perubahan fisik sekolah memberikan kesan positif sekaligus meningkatkan keyakinan bahwa anak-anak mereka akan belajar di lingkungan yang lebih baik.
Salah seorang wali murid sekaligus alumni SDN 02 Leuwibatu, Inayah, mengaku bangga melihat perkembangan sekolah yang pernah menjadi tempatnya menimba ilmu.
“Setelah direvitalisasi, bangunannya bagus dan membuat anak-anak di daerah ini semakin tertarik bersekolah di sini,” ujarnya.
Peningkatan minat masyarakat juga dirasakan para guru. Guru SDN 02 Leuwibatu, Nurul Komariyah, menyebut banyak orang tua datang langsung ke sekolah untuk mencari informasi setelah melihat perubahan fasilitas yang lebih representatif.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang nyaman menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan orang tua dalam menentukan pilihan pendidikan bagi anak-anak mereka.
Infrastruktur Pendidikan yang Berdampak Nyata
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa program revitalisasi tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh.
Mu'ti mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, hingga masyarakat.
Menurut Mu’ti, pembangunan infrastruktur pendidikan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi peserta didik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.
“Bangunan sekolah yang baik akan memberikan manfaat dalam jangka panjang apabila dirawat dengan penuh tanggung jawab. Sekolah ini adalah milik bersama dan menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus bangsa,” ujar Mu'ti.
Investasi untuk Masa Depan Generasi Bangsa
Keberhasilan revitalisasi sekolah di Bogor menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas sarana pendidikan dapat berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan dan minat masyarakat.
Sekolah yang aman, nyaman, dan layak bukan hanya memberikan ruang belajar yang lebih baik bagi siswa, tetapi juga menghadirkan optimisme baru bagi orang tua, guru, dan masyarakat sekitar.
Dengan semakin banyak sekolah yang direvitalisasi, pemerintah berharap pemerataan kualitas pendidikan dapat terus meningkat sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar di lingkungan yang mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal.
Revitalisasi sekolah pada akhirnya bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan membangun kepercayaan, harapan, dan masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.
(Sumber: Kemendikdasmen)