Ekuador Ditahan Tim Debutan Curacao 0-0, Curacao Raih Poin Perdana di Piala Dunia, Kans Lolos dari Grup E Masih Terbuka

Timnas sepak bola Curacao di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/FIFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Timnas Ekuador gagal memanfaatkan dominasi permainan saat menghadapi Curacao pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026. Bermain di Arrowhead Stadium, Kansas, Minggu (21/6/2026) pagi WIB, La Tri harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol 0-0.

Hasil ini membuat Ekuador belum mampu meraih kemenangan perdana di turnamen, meski tampil jauh lebih agresif dibandingkan lawannya. Sebaliknya, Curacao sukses mengamankan satu poin berharga setelah pada laga pembuka harus menelan kekalahan telak.

Sejak peluit awal dibunyikan, Ekuador langsung mengambil alih kendali permainan. Berdasarkan statistik resmi FIFA, skuad asuhan Sebastian Beccacece menguasai sekitar 75 persen penguasaan bola, sementara Curacao hanya memiliki 25 persen.

Dominasi itu juga terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan. Ekuador melepaskan 26 tembakan, dengan 15 di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sebaliknya, Curacao hanya mampu mencatatkan 10 percobaan, lima di antaranya menguji penjaga gawang Hernan Galindez.

Meski terus menggempur pertahanan lawan sepanjang pertandingan, penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ekuador. Penampilan disiplin lini belakang Curacao serta performa solid penjaga gawang Eloy Room membuat seluruh peluang La Tri gagal berbuah gol.

Laga ini menjadi momentum kebangkitan bagi kedua tim setelah sama-sama mengalami hasil buruk pada pertandingan pertama Grup E. Sebelumnya, Ekuador harus mengakui keunggulan Pantai Gading dengan skor tipis 0-1, sedangkan Curacao dibantai Jerman 1-7.

Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, tetap mempertahankan formasi 3-1-4-2 dengan mengandalkan pengalaman Hernan Galindez di bawah mistar. Trio Alan Franco, Willian Pacho, dan Piero Hincapie dipercaya menjaga lini pertahanan.

Di sektor tengah, Moises Caicedo menjadi motor permainan bersama Pedro Vite, sementara Pervis Estupinan dan John Yeboah aktif membantu serangan dari sisi lapangan. Duet Gonzalo Plata dan kapten tim Enner Valencia dipercaya menjadi ujung tombak, namun gagal memecah kebuntuan.

Sementara itu, Curacao besutan Dick Advocaat tampil dengan pendekatan lebih defensif melalui skema 5-4-1. Strategi tersebut terbukti efektif dalam meredam gelombang serangan Ekuador.

Eloy Room tampil gemilang di bawah mistar gawang dengan sejumlah penyelamatan penting. Lini belakang yang dikawal Sherel Floranus, Armando Obispo, Jurien Gaari, Deveron Fonville, dan Joshua Brenet juga tampil disiplin sepanjang 90 menit pertandingan.

Di lini depan, Jurgen Locadia memang tidak memperoleh banyak peluang akibat minimnya penguasaan bola. Namun Curacao tetap mampu menjaga konsentrasi hingga peluit panjang berbunyi dan membawa pulang satu poin yang menjaga asa mereka di Grup E.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup E masih terbuka. Ekuador wajib meraih hasil maksimal pada pertandingan terakhir apabila ingin menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. 

Di sisi lain, tambahan satu poin menjadi modal penting bagi Curacao untuk tetap bersaing memperebutkan tiket ke fase gugur. Apalagi ini merupakan poin pertama Curacao yang menjadi debutan di Piala Dunia.

Susunan Pemain

Ekuador (3-1-4-2): Hernan Galindez; Alan Franco, Willian Pacho, Piero Hincapie; Jordy Alcivar; John Yeboah, Moises Caicedo, Pedro Vite, Pervis Estupinan; Gonzalo Plata, Enner Valencia (kapten).
Pelatih: Sebastian Beccacece.

Curacao (5-4-1): Eloy Room; Deveron Fonville, Sherel Floranus, Armando Obispo, Jurien Gaari, Joshua Brenet; Juninho Bacuna, Leandro Bacuna (kapten), Livano Comenencia, Tahith Chong; Jurgen Locadia.
Pelatih: Dick Advocaat.

(*)