Elijah William Hinzman Ukir Sejarah! Raih Perak Pertama Indonesia di Kejuaraan Dunia Muaythai 2026

Atlet muaythai Indonesia Elijah William Hinzman. (Foto: Humas KONI Pusat)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA – Atlet muda Indonesia Elijah William Hinzman berhasil mengukir sejarah baru bagi olahraga muaythai nasional setelah meraih medali perak pada ajang IFMA World Championship 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Prestasi tersebut menjadi pencapaian terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan di Kejuaraan Dunia Muaythai yang diselenggarakan Federasi Muaythai Internasional (IFMA). 

Meski gagal membawa pulang medali emas, penampilan Elijah mendapat apresiasi luas karena dinilai mampu bersaing dengan atlet-atlet elite dunia.

Pada partai final, Elijah menghadapi petarung asal Uzbekistan, Abdurkhmojon Kabilov, dalam duel yang berlangsung sengit sejak ronde pertama. Kedua atlet saling melancarkan serangan dan menampilkan teknik bertarung terbaik mereka demi memperebutkan gelar juara dunia.

Momen penting terjadi pada ronde kedua ketika Kabilov sempat menerima hitungan dari wasit setelah terkena pukulan bersih yang dilepaskan Elijah. Situasi tersebut membuat kubu Indonesia optimistis bahwa wakil Merah Putih berada di atas angin.

Namun, setelah pertandingan usai, dewan juri justru memberikan kemenangan angka kepada Kabilov. Keputusan itu memunculkan perdebatan di kalangan pencinta muaythai karena banyak pihak menilai Elijah tampil lebih dominan sepanjang pertarungan.

Meski demikian, hasil tersebut tidak mengurangi nilai prestasi yang diraih atlet berdarah Indonesia-Thailand itu.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyebut keberhasilan Elijah menjadi tonggak sejarah baru bagi perkembangan muaythai Indonesia.

"Keberhasilan Elijah William Hinzman meraih medali perak di IFMA World Championships 2026 merupakan sejarah bagi muaythai di tanah air," ujar Marciano dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Menurut Marciano, keberhasilan menembus babak final menunjukkan bahwa kualitas atlet Indonesia kini semakin diperhitungkan di level internasional.

Perjalanan Elijah menuju partai puncak juga tidak mudah. Atlet muda tersebut tampil impresif sejak babak awal dengan selalu meraih kemenangan melalui technical knockout (TKO).

Ia membuka langkah dengan mengalahkan wakil tuan rumah Malaysia, sebelum menyingkirkan petarung asal Rusia pada babak perempat final. Di semifinal, Elijah kembali menunjukkan dominasinya dengan menaklukkan atlet Finlandia untuk memastikan tiket menuju final.

Rangkaian kemenangan meyakinkan itu menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki atlet yang mampu bersaing dengan negara-negara kuat dalam olahraga muaythai.

Marciano turut memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah berperan dalam membina dan mengembangkan kemampuan Elijah hingga mampu mencatatkan prestasi bersejarah tersebut.

Menurutnya, pencapaian ini menjadi bukti bahwa program pembinaan yang dijalankan Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) di bawah kepemimpinan La Nyalla Mahmud Mattalitti berada di jalur yang tepat.

Marciano juga menilai kontribusi Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Jawa Timur yang dipimpin Baso Juherman, para pelatih, serta seluruh tim pendukung memiliki andil besar dalam mengantarkan Elijah hingga ke panggung dunia.

Marciano berharap prestasi bersejarah tersebut menjadi motivasi bagi atlet-atlet muaythai Indonesia lainnya untuk terus meningkatkan kualitas, disiplin, dan mental bertanding agar mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan internasional.

Dengan torehan medali perak ini, Elijah William Hinzman tidak hanya mencatatkan namanya dalam sejarah muaythai Indonesia, tetapi juga membuka harapan baru bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk meraih gelar juara dunia pada edisi-edisi mendatang.

(Sumber: KONI)