Editor: Damar Pratama
Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, dan gelandang serang Portugal, Francisco Conceicao, di Piala Dunia 2026. (Foto: FIFA)
GEBRAK.ID, HOUSTON – Sorotan terhadap Cristiano Ronaldo usai penampilan kurang meyakinkan bersama Timnas Portugal di Piala Dunia 2026 terus bermunculan. Namun, rekan setimnya, Francisco Conceicao, menegaskan bahwa permainan Portugal tidak dibangun hanya untuk melayani sang kapten.
Menurut pemain Juventus tersebut, seluruh pemain memiliki kebebasan untuk memberikan umpan kepada siapa pun yang berada dalam posisi terbaik, bukan semata-mata mengarahkan bola kepada Ronaldo.
Pernyataan itu disampaikan Conceicao menjelang laga penting Portugal menghadapi Uzbekistan pada pertandingan kedua Grup K Piala Dunia 2026. Selecao das Quinas membutuhkan kemenangan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Kongo pada laga pembuka.
Hasil tersebut memicu kritik terhadap performa Portugal, termasuk kepada Cristiano Ronaldo yang bermain penuh selama 90 menit tetapi gagal mencetak gol maupun menciptakan assist.
Selain minim kontribusi, Ronaldo juga menjadi sasaran kritik karena dinilai terlalu memaksakan diri dalam beberapa situasi. Salah satu momen yang ramai diperbincangkan terjadi ketika Ronaldo mencoba menyambut umpan silang dari sisi kanan Conceicao yang sebenarnya mengarah kepada Bruno Fernandes. Upaya tersebut justru membuat peluang Portugal gagal berkembang.
Meski demikian, Conceicao menepis anggapan bahwa para pemain Portugal memiliki kewajiban untuk selalu mencari Ronaldo di setiap serangan.
"Kurasa Cristiano itu, ketika berhubungan dengan mencetak gol, tidak ada yang seperti dia. Kami tidak punya kewajiban untuk memberi bola kepada dia; aku mengoper bola kepada siapa pun yang berada di posisi terbaik," ujar Conceicao seperti dikutip dari Marca.
Pemain berusia 23 tahun itu menegaskan kehadiran Ronaldo tetap memberikan pengaruh besar bagi skuad Portugal. Bukan hanya karena kemampuannya sebagai pencetak gol, tetapi juga melalui dedikasi dan etos kerja yang terus ditunjukkan meski telah meraih hampir semua gelar bergengsi sepanjang kariernya.
Menurut Conceicao, Ronaldo masih menunjukkan semangat luar biasa setiap kali menjalani sesi latihan, sesuatu yang menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda Portugal.
"Dia ada di sini untuk membantu, sama seperti pemain lainnya. Dia adalah teladan karena kariernya dan rasa lapar akan kemenangan yang dia tunjukkan setiap hari. Dia berlatih dengan motivasi seolah-olah itu adalah latihan terakhirnya," katanya.
Conceicao menilai semangat Ronaldo menjadi contoh yang layak ditiru oleh seluruh anggota tim.
"Kalau dia sudah mencapai begitu banyak prestasi tetapi masih memiliki gairah sebesar itu, maka kami seharusnya memiliki semangat yang lebih besar lagi. Dia hanya satu bagian dari tim ini dan kami membutuhkan semua pemain agar tim bisa berfungsi dengan baik," tegas Conceicao.
Laga melawan Uzbekistan menjadi ujian penting bagi Portugal. Tambahan tiga poin akan membuka peluang mereka melangkah ke babak gugur sekaligus meredam kritik yang muncul setelah hasil mengecewakan pada pertandingan pertama.
Di sisi lain, pertandingan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Cristiano Ronaldo untuk menjawab keraguan publik. Sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola internasional, penampilan sang megabintang akan kembali menjadi pusat perhatian ketika Portugal berusaha mengamankan kemenangan perdana di Piala Dunia 2026.
(Sumber: Marca)
JANGAN TERLEWATKAN Ronaldo Diserang Kritik Selama Bela Portugal di Piala Dunia, Diogo Dalot: Kami Sudah Siap Hadapi Semua Itu