Gagal ke Final Piala AFF U-19 2026, Indonesia Petik Pelajaran Berharga Usai Dikalahkan Australia

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto. (Foto: PSSI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; DELI SERDANG – Langkah Timnas Indonesia U-19 menuju partai puncak Piala AFF U-19 2026 atau ASEAN Boys Championship harus terhenti di babak semifinal. Garuda Muda takluk tipis 0-1 dari Australia dalam laga sengit yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Kamis (11/6/2026) malam.

Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena gol penentu kemenangan Australia baru tercipta pada menit-menit akhir pertandingan. Marcus Edward Neil menjadi mimpi buruk bagi Indonesia setelah sukses membobol gawang Garuda Muda pada menit ke-88.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil agresif dan bermain dalam tempo tinggi. Di hadapan 22.628 penonton yang memadati stadion, Indonesia dan Australia saling bergantian menekan. Namun hingga turun minum, skor kacamata 0-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, pelatih Timnas Indonesia U-19 Nova Arianto mencoba meningkatkan daya serang timnya dengan melakukan sejumlah pergantian pemain. Reno Salampessy, Jardim, dan Amar Rayhan Brkic dimasukkan untuk memberikan energi baru di lini depan.

Perubahan tersebut sempat memberikan dampak positif. Indonesia beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Pada menit ke-66, Amar Rayhan Brkic memperoleh kesempatan emas, namun gagal mengonversinya menjadi gol. Peluang terbaik Indonesia datang pada menit ke-79 ketika Dimas Adi Prasetyo menerima umpan matang dari Amar. Sayangnya, sontekan Dimas masih melebar dari sasaran meski berada dalam posisi bebas.

Saat Indonesia terus berupaya memecah kebuntuan, Australia justru berhasil mencuri gol menjelang laga berakhir. Marcus Edward Neil memanfaatkan celah di pertahanan Indonesia untuk mencetak gol yang memastikan kemenangan Australia 1-0.

Usai pertandingan, Nova Arianto mengaku tetap bangga terhadap perjuangan anak asuhnya. Menurut dia, tim menunjukkan perkembangan yang positif sepanjang turnamen meski harus tersingkir di semifinal.

"Melawan Australia adalah pertandingan yang sangat luar biasa. Banyak pelajaran yang kami dapatkan, terutama pentingnya menjaga fokus hingga akhir pertandingan," ujar Nova.

Nova menegaskan bahwa turnamen ini akan menjadi bahan evaluasi penting menjelang agenda yang lebih besar, yakni babak kualifikasi Piala Asia. "Fokus berikutnya adalah menghadapi Kamboja dalam perebutan tempat ketiga. Turnamen ini akan menjadi evaluasi bagi kami agar lebih baik ke depannya," katanya.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, juga memberikan apresiasi kepada perjuangan Garuda Muda. Menurutnya, kualitas pemain Indonesia tidak terpaut jauh dari Australia.

"Secara kualitas pemain kita tidak kalah. Yang dibutuhkan adalah jam terbang yang lebih banyak," kata Erick usai menyaksikan pertandingan di Medan.

Erick menilai para pemain sudah tampil maksimal dan mampu mengimbangi permainan Australia sepanjang laga. Namun, satu kelengahan di penghujung pertandingan membuat Indonesia harus menerima kenyataan pahit gagal melaju ke final.

Sementara itu, Australia akan menghadapi Thailand pada partai final yang berlangsung Sabtu (13/6/2026) pukul 20.15 WIB. Thailand memastikan tiket final setelah menghajar Kamboja dengan skor telak 4-0. Adapun Indonesia akan kembali bertanding melawan Kamboja dalam perebutan peringkat ketiga pada hari yang sama pukul 16.00 WIB.

Meski gagal mencapai final, perjuangan Garuda Muda sepanjang turnamen tetap menjadi modal berharga untuk menatap kompetisi internasional berikutnya dengan optimisme yang lebih besar.

(Sumber: PSSI)