Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu Tembus 40 Derajat Celcius

Ilustrasi gelombang panas. ( Foto: BMKG) 


Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA– Gelombang panas ekstrem menyelimuti sebagian besar wilayah Eropa pada Minggu (21/6), bertepatan dengan titik balik matahari musim panas (summer solstice) di belahan Bumi utara. Suhu yang mendekati 40 derajat Celsius memicu peringatan darurat di berbagai negara, mengganggu sektor transportasi, hingga mengancam keselamatan satwa liar. 

Fenomena ini dipicu oleh massa udara panas yang bergerak dari Gurun Sahara ke arah utara, diperkuat oleh sistem tekanan tinggi bernama Antisiklon Afrika. Sistem ini menciptakan "kubah panas" atau heat dome yang menjebak udara panas di wilayah Eropa Barat dan Tengah, menyebabkan suhu terus meningkat dari hari ke hari. 

Dampak di Berbagai Negara

Prancis menjadi salah satu negara yang paling terdampak. Otoritas setempat menetapkan status siaga merah (red alert) di sekitar 35 departemen, atau sepertiga wilayah Prancis . Operator kereta nasional, SNCF, terpaksa membatalkan 71 perjalanan kereta antarkota hingga Senin (22/6) karena khawatir terjadi kerusakan pada kabel listrik dan pemuaian rel akibat suhu ekstrem. Sebanyak 3.500 petugas dikerahkan untuk memantau jaringan rel, sementara 2.000 staf lainnya disiagakan untuk perbaikan darurat. 

Di ibu kota Paris, sejumlah langkah mitigasi diambil. Taman-taman dibuka 24 jam untuk memberi tempat berlindung bagi warga, dan konsumsi alkohol di ruang publik dilarang di area dengan status siaga tertinggi . Museum Louvre bahkan membatalkan konser gratis yang direncanakan. 

Italia mengeluarkan peringatan "bendera merah" untuk delapan kota besar, termasuk Bologna, Florence, Milan, dan Turin, setelah beberapa hari suhu tercatat di atas 35 derajat Celsius . Di Lapangan Santo Petrus, Roma, para peziarah terlihat menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari saat Paus memimpin doa Minggu. 

Spanyol juga bersiap menghadapi suhu ekstrem. Badan meteorologi AEMET mengeluarkan peringatan merah dan oranye di beberapa wilayah, dengan prediksi suhu akan bertahan di atas 39-40 derajat Celsius di sebagian besar Semenanjung Iberia dan Mallorca hingga pertengahan pekan. 

Jerman mengalami suhu hingga 38 derajat Celsius, dengan peringatan badai petir parah di wilayah timur termasuk Berlin. Cuaca buruk ini sempat mengganggu festival musik terbuka Fete de la Musique dan turnamen tenis Berlin Open. 

Ancaman bagi Satwa Liar

Gelombang panas tidak hanya berdampak pada manusia dan infrastruktur, tetapi juga mengancam satwa liar. Sebuah pusat penyelamatan hewan di dekat Namur, Belgia, melaporkan telah menerima sekitar 150 hewan yang mengalami stres akibat panas, dengan burung muda menjadi yang paling rentan. "Anak burung lebih memilih melompat keluar sarang daripada mati terbakar di dalam sarang," ungkap pendiri pusat penyelamatan CREAVES, Romain De Jaegere. 

Gelombang Panas yang Mematikan

Ini merupakan gelombang panas kedua yang melanda Eropa tahun ini, setelah sebelumnya wilayah tersebut juga mengalami suhu tidak normal pada bulan lalu. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia membuat gelombang panas di Eropa menjadi lebih sering dan lebih intens. 

Data Kantor Regional WHO Eropa mencatat lebih dari 200.000 orang meninggal akibat panas ekstrem di benua tersebut dalam empat tahun terakhir, dan sebagian besar kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah. 

(berbagai sumber)