Ginting dan Ubed Mundur, Ini Daftar 12 Wakil Indonesia yang Berjuang di Macau Open 2026

Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. (Foto: PBSI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Tim bulu tangkis Indonesia dipastikan tampil dengan kekuatan berbeda pada ajang Macau Open 2026 setelah dua pemain tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting dan Moh. Zaki Ubaidillah, dipastikan absen dari turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut.

Berdasarkan daftar peserta yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Indonesia kini menyisakan 12 wakil yang akan bertarung pada turnamen yang berlangsung pada 16-21 Juni 2026 di Makau. Absennya Ginting dan Ubed disebut terkait kondisi kesehatan sehingga membuka peluang bagi pemain-pemain muda Merah Putih untuk menunjukkan kemampuan mereka di level internasional.

Harapan di Tunggal Putra Bertumpu pada Generasi Muda

Di sektor tunggal putra, Indonesia akan mengandalkan tiga nama, yakni Prahdiska Bagas Shujiwo, Muhamad Yusuf, dan Richi Duta Richardo.

Prahdiska menjadi salah satu pemain yang patut mendapat perhatian. Pebulu tangkis muda tersebut sempat mencuri perhatian setelah menembus final Ruichang China Masters 2026 level Super 100 pada Maret lalu. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih medali perunggu pada Kejuaraan Beregu Asia 2026.

Sementara Muhamad Yusuf dan Richi Duta Richardo merupakan bagian dari skuad tunggal putra pratama Pelatnas PBSI yang tengah dipersiapkan sebagai regenerasi pemain elite Indonesia di masa depan.

Tunggal Putri Diperkuat Tiga Talenta Potensial

Pada nomor tunggal putri, Merah Putih menurunkan Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.

Ketiga pemain tersebut merupakan bagian dari program regenerasi sektor tunggal putri nasional. Thalita dan Mutiara saat ini berada di kelompok pratama Pelatnas PBSI, sedangkan Ni Kadek telah masuk kelompok utama bersama sejumlah pemain senior seperti Putri Kusuma Wardani dan Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Ni Kadek sebelumnya menunjukkan performa menjanjikan saat memperkuat tim Indonesia di Badminton Asia Team Championships 2026. Saat itu, ia berhasil menyumbang kemenangan penting atas wakil Jepang, Yuzuno Watanabe, dengan skor 21-6, 22-20.

Leo/Daniel Jadi Andalan Utama Ganda Putra

Dari sektor ganda putra, Indonesia membawa tiga pasangan, yaitu Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan, serta Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah.

Pasangan Leo/Daniel menjadi tumpuan utama Indonesia di Macau Open 2026. Mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah sukses merebut gelar Thailand Open 2026 level Super 500.

Dalam turnamen tersebut, Leo/Daniel tampil impresif dengan menumbangkan unggulan teratas asal India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, lewat kemenangan dua gim langsung 21-12, 25-23 pada partai final.

Sementara Devin/Ali juga memiliki modal positif setelah mampu melangkah hingga perempat final Kejuaraan Asia 2026. Langkah mereka saat itu baru terhenti oleh pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Adapun Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah masih berupaya meningkatkan konsistensi permainan mereka untuk bersaing di level atas.

Apriyani dan Fadia Perkuat Ganda Putri

Pada sektor ganda putri, Indonesia menurunkan tiga pasangan, yakni Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, serta Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari.

Perhatian tertuju pada pasangan Amallia/Fadia yang menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa turnamen terakhir. Pada Indonesia Open 2026, keduanya mampu menembus babak perempat final dan memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya dikalahkan pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.

Kehadiran Apriyani Rahayu yang berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari juga diharapkan mampu menambah daya saing Indonesia di sektor ganda putri yang tengah menunjukkan tren peningkatan performa sepanjang musim ini.

Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda, Macau Open 2026 menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk mengukur kekuatan sekaligus mempercepat proses regenerasi menuju turnamen-turnamen besar berikutnya.

(Sumber: PBSI)