Editor: Devona R
Harga emas hari ini. (Foto ilustrasi: Aneka Logam)
GEBRAK.ID, JAKARTA – Harga emas batangan PT Antam Tbk tidak mengalami perubahan pada perdagangan Senin (22/6/2026). Berdasarkan pembaruan harga di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam masih bertahan di level Rp2.668.000 per gram.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas oleh Antam juga tetap berada di angka Rp2.401.000 per gram. Stabilnya harga ini menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang sekaligus aset lindung nilai (safe haven).
Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta kondisi pasar global. Karena itu, calon pembeli maupun penjual disarankan selalu memantau pembaruan harga sebelum melakukan transaksi.
Dalam transaksi penjualan kembali (buyback), pemerintah masih memberlakukan ketentuan perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Potongan pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai buyback yang diterima penjual.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenai PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti pemotongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Berikut daftar harga emas Antam terbaru pada Senin, 22 Juni 2026:
* 0,5 gram: Rp1.384.000
* 1 gram: Rp2.668.000
* 2 gram: Rp5.276.000
* 3 gram: Rp7.889.000
* 5 gram: Rp13.115.000
* 10 gram: Rp26.175.000
* 25 gram: Rp65.312.000
* 50 gram: Rp130.545.000
* 100 gram: Rp261.012.000
* 250 gram: Rp652.265.000
* 500 gram: Rp1.304.320.000
* 1.000 gram (1 kilogram): Rp2.608.600.000
Emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang diminati masyarakat Indonesia karena dinilai mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Ketika kondisi ekonomi global bergejolak atau inflasi meningkat, emas kerap menjadi pilihan investor sebagai aset yang relatif aman.
Bagi investor, kestabilan harga seperti yang terjadi hari ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyusun strategi investasi, baik melalui pembelian secara bertahap (dollar cost averaging) maupun menunggu momentum pergerakan harga berikutnya.
Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, serta perkembangan kondisi ekonomi dan pasar.
(Sumber: Laman Logam Mulia)