![]() |
| Tanggapi aksi mahasiswa di Bundaran HI, Istana tak akan hentikan MBG hanya akan terus mengevaluasinya. (Foto: ksp. go.id) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Presiden (Kabakom) Muhammad Qodari akhirnya buka suara menanggapi gelombang demonstrasi besar yang terjadi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Dalam keterangan persnya pada Sabtu (13/6/2026), Istana memastikan telah menjalankan langkah efisien dan tidak akan menghentikan program-program strategis meski ada tuntutan keras dari mahasiswa.
Merujuk pada tuntutan yang dibawa oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan elemen masyarakat, Istana merespons lima poin utama yang meliputi pemborosan APBN, harga kebutuhan pokok, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga isu militerisme.
Klaim Efisiensi Rp300 Triliun
Menanggapi tuntutan penghentian pemborosan APBN, Qodari menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto justru bertindak sebagai "panglima paling depan" dalam melawan kebocoran anggaran sejak awal pemerintahannya.
"Yang dilakukan oleh Pak Prabowo justru selama ini adalah menghentikan pemborosan di berbagai sektor," tegas Qodari di Jakarta, Sabtu (13/6/2026)
Ia mengklaim pemerintah telah memangkas pos-pos belanja yang dianggap tidak esensial sehingga berhasil menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp 300 triliun ). Langkah ini diperkuat dengan pembentukan Danantara yang disebut bertujuan memperbaiki tata kelola aset negara sekaligus menutup kebocoran pendapatan dari sektor ekspor seperti batu bara dan CPO.
Nasib BBM dan Harga Pokok
Sementara itu, terkait tuntutan penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), Istana menjelaskan bahwa tekanan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax (kini Rp 16.250 per liter) merupakan imbas dari kondisi global. Qodari menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
"Bangsa ini harus mandiri. Lepas dari ketergantungan energi," ujarnya, seraya menyebut strategi jangka panjang seperti program Biodiesel B50 dan etanol E20 sedang digarap .
Pemerintah juga memastikan bahwa kenaikan harga minyak dunia tidak akan menyentuh BBM bersubsidi. "Yang disubsidi kan tidak naik, tetap," janji Qodari. Hal ini dibenarkan oleh pengamat energi dan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno yang menyebut kenaikan Pertamax adalah murni penyesuaian harga pasar karena tidak termasuk dalam kategori Jenis BBM Tertentu (JBT) .
Meskipun demikian, kekhawatiran akan "migrasi" konsumsi ke BBM bersubsidi masih menjadi catatan tersendiri di tengalnya daya beli masyarakat yang menurun.
MBG Dievaluasi, Tidak Dihentikan
Salah satu tuntutan kontroversial yang mencuat adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Menanggapi hal ini, Qodari dengan tegas menyatakan bahwa program MBG tidak akan dihentikan.
"Program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi. Hanya orang mati yang tidak ada masalah," ucap Qodari.
Pemerintah mengakui adanya masalah dalam pelaksanaan di lapangan, termasuk potensi pemborosan operasional. Sebagai tindak lanjut, Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mengevaluasi skema insentif operasional dapur yang mencapai Rp 6 juta per hari per Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencari formula yang lebih efisien.
Selain itu, evaluasi juga dilakukan pada aspek kesesuaian menu. BGN Jawa Tengah mengungkapkan bahwa indikator sisa makanan akan menjadi dasar penentuan menu ke depan agar tidak terjadi pemborosan pangan.
Sorotan Media Asing
Demonstrasi yang dihadiri sekitar 1.500 hingga 2.000 mahasiswa ini turut menyedot perhatian media internasional. AFP dan Reuters memberitakan aksi yang mengusung spanduk bertuliskan "Heading to Bankrupt Indonesia" (Menuju Indonesia Bangkrut) ini sebagai bentuk tekanan ekonomi yang membayangi generasi muda Indonesia, termasuk pelemahan rupiah di level Rp 18.100 per dolar AS dan tekanan fiskal akibat kondisi globalM
Meskipun terjadi gesekan kecil dengan aparat, demonstrasi berlangsung relatif kondusif. Istana berharap mahasiswa dapat mendukung upaya pemerintah dalam memberantas kebocoran anggaran yang selama ini merugikan negara.
( berbagai sumber)
