Jonatan Christie Bangkit dari Tekanan, Tinggal Selangkah Akhiri Penantian 14 Tahun Tuan Rumah Juara di Indonesia Open

Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie. (Foto: PBSI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Harapan publik tuan rumah untuk melihat wakil Indonesia mengangkat trofi di ajang BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 masih terjaga. Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, berhasil melangkah ke partai final setelah menundukkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam duel tiga gim yang berlangsung sengit di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (6/6/2026).

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu sempat berada dalam posisi sulit setelah kehilangan gim pertama 16-21. Namun, ia mampu bangkit dan membalikkan keadaan dengan merebut dua gim berikutnya 21-10 dan 21-12 dalam pertandingan berdurasi 58 menit.

Pada gim pembuka, Jonatan kesulitan mengantisipasi permainan cepat dan agresif yang diperagakan Panitchaphon. Wakil Thailand tersebut langsung menekan sejak awal dan sempat unggul jauh 7-1. Meski Jonatan perlahan memangkas ketertinggalan, sejumlah kesalahan pengembalian membuat momentum kembali berpihak kepada lawan hingga gim pertama berakhir untuk kemenangan Panitchaphon.

Memasuki gim kedua, Jonatan mulai menemukan pola permainan yang tepat. Ia tampil lebih sabar dalam reli panjang, mengontrol tempo pertandingan, serta memaksa lawannya bermain di area depan net. Strategi tersebut efektif membuat Panitchaphon kehilangan akurasi pukulan dan membuka jalan bagi Jonatan untuk menang telak 21-10.

Momentum positif itu berlanjut pada gim penentuan. Jonatan tampil lebih tenang dan disiplin dalam mengatur serangan. Variasi pukulan yang ia lepaskan berkali-kali menyulitkan Panitchaphon hingga akhirnya memastikan kemenangan 21-12 sekaligus tiket menuju final.

Hasil ini membuat Jonatan hanya berjarak satu kemenangan dari catatan bersejarah. Jika berhasil menjadi juara, ia akan mengakhiri penantian panjang tunggal putra Indonesia di Indonesia Open yang terakhir kali diraih oleh Simon Santoso pada 2012.

Di laga final, Jonatan akan menghadapi kejutan turnamen asal Kanada, Victor Lai. Sebelumnya, Victor sukses menyingkirkan unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen, melalui pertarungan ketat tiga gim 21-19, 19-21, 21-19.

Dukungan penuh publik Istora kini diharapkan menjadi energi tambahan bagi Jonatan untuk membawa pulang gelar juara dan mengakhiri dahaga gelar tunggal putra Indonesia di turnamen kandang yang telah berlangsung selama 14 tahun.

(Sumber: PBSI)