KAI Tambah Frekuensi LRT Jabodebek, Fokus Layani Jam Sibuk Pagi

Aktivitas di stasiun LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi hari (peak hour). (Foto ilustrasi: KAI/Antara)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui layanan LRT Jabodebek melakukan penyesuaian jadwal perjalanan untuk mengoptimalkan layanan pada jam sibuk pagi hari. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada Senin (15/6/2026) sebagai respons atas meningkatnya mobilitas penumpang di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek).

Langkah tersebut dilakukan dengan menambah frekuensi perjalanan pada jam keberangkatan pagi di hari kerja. Tujuannya untuk memberikan pilihan waktu yang lebih fleksibel sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna dalam beraktivitas sehari-hari.

Penyesuaian ini merupakan hasil evaluasi dari uji coba pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) yang dilakukan sebelumnya pada 8–12 Juni 2026 di jam sibuk pagi hari.

Manager Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini merupakan bentuk adaptasi layanan terhadap dinamika mobilitas masyarakat yang terus meningkat.

“Untuk meningkatkan kenyamanan pengguna LRT Jabodebek pada pagi hari yang sangat padat, KAI melakukan penyesuaian jadwal perjalanan dengan menambah frekuensi keberangkatan,” ujar Radhitya.

Penambahan Jadwal Perjalanan Pagi Hari

Dalam penyesuaian terbaru, terdapat penambahan perjalanan pada rute-rute utama dengan pola keberangkatan lebih rapat di jam sibuk.

Rute Jati Mulya – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia:

* 06.51 WIB
* 06.59 WIB
* 07.08 WIB
* 07.11 WIB (KA tambahan)
* 07.16 WIB
* 07.24 WIB
* dan seterusnya

Rute Harjamukti – Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia:

* 07.14 WIB
* 07.22 WIB
* 07.26 WIB (KA tambahan)
* 07.30 WIB
* 07.38 WIB
* dan seterusnya

Dengan penambahan ini, pola keberangkatan menjadi lebih rapat sehingga diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang di jam-jam paling sibuk.

Penyesuaian Perjalanan Malam Hari

Untuk menjaga keseimbangan operasional, penambahan perjalanan pagi ini juga diikuti dengan penyesuaian jadwal pada malam hari. Beberapa keberangkatan mengalami perubahan waktu sebagai berikut:

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Jati Mulya:

* 21.56 WIB
* 22.11 WIB (perubahan jadwal)
* 22.24 WIB (perubahan jadwal)
* 22.36 WIB (perubahan jadwal)
* 22.56 WIB

Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia – Harjamukti:

* 22.02 WIB
* 22.17 WIB (perubahan jadwal)
* 22.32 WIB (perubahan jadwal)
* 22.42 WIB (perubahan jadwal)
* 23.02 WIB

Meski ada penyesuaian, pihak operator memastikan bahwa secara keseluruhan layanan tetap berjalan normal dan tidak mengurangi jumlah perjalanan harian.

430 Perjalanan Tetap Beroperasi Setiap Hari

Pihak KAI menegaskan bahwa meskipun terjadi penyesuaian jadwal, jumlah operasional LRT Jabodebek tetap mencapai 430 perjalanan setiap hari kerja. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga kapasitas layanan transportasi publik di wilayah metropolitan.

“KAI akan terus melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan pengguna agar layanan semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan yang terus berkembang,” kata Radhitya.

Dorong Transportasi Publik Lebih Efisien

Penyesuaian ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang KAI dalam mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih efisien, aman, dan ramah waktu. Dengan pola perjalanan yang lebih padat di pagi hari, diharapkan masyarakat dapat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.

Selain itu, KAI juga mengimbau pengguna untuk selalu memperbarui informasi jadwal melalui aplikasi resmi Access by KAI maupun kanal informasi LRT Jabodebek agar perjalanan tetap lancar.

Penyesuaian jadwal ini menunjukkan bahwa pengelola transportasi publik terus berupaya membaca kebutuhan pengguna secara dinamis. Dengan tambahan frekuensi di jam sibuk, LRT Jabodebek diharapkan semakin menjadi pilihan utama mobilitas warga Jabodetabek.

(Sumber: PT KAI)