![]() |
| KAI Wisata berencana menghadirkan museum mini di Stasiun Garut sebagai upaya mendongkrak minat wisatawan sekaligus melestarikan sejarah perkeretaapian Jawa Barat. ( Fio: Wikipedia) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,Garut - PT Kereta Api Indonesia Pariwisata (KAI Wisata) berencana menghadirkan museum mini di Stasiun Garut sebagai upaya mendongkrak minat wisatawan sekaligus melestarikan sejarah perkeretaapian Jawa Barat. Rencana ini diumumkan langsung oleh Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto, saat meninjau perjalanan KA Papandayan Panoramic menuju Stasiun Garut, Jumat (19/6/2026).
Agus menjelaskan bahwa ide tersebut digagas berdasarkan tren peningkatan signifikan wisatawan dari Jakarta menuju Garut menggunakan kereta api. Pada periode Januari hingga Mei 2026, volume pelanggan rute Papandayan (Gambir-Bandung-Garut pp) tercatat mencapai 10.868 pelanggan dengan tingkat okupansi rata-rata di atas 100 persen.
"Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin tertarik menikmati perjalanan wisata berbasis kereta api," ujar Agus.
Koleksi Sejarah dan Rencana Realisasi
Museum mini yang direncanakan akan direalisasikan tahun ini akan memuat beragam koleksi kereta api serta sejarah jalur dan stasiun dari seluruh Jawa Barat . Koleksi yang dipamerkan rencananya mencakup artefak bersejarah, foto-foto dokumentasi, hingga miniatur lokomotif yang pernah beroperasi di wilayah Priangan.
Kehadiran museum ini melengkapi upaya pelestarian sejarah yang sebelumnya telah dilakukan. Pada Desember 2023, miniatur lokomotif uap tipe DD5208 yang legendaris atau dikenal dengan nama "Si Gombar" telah dipamerkan di Stasiun Garut sebagai bagian dari edukasi sejarah perkeretaapian Indonesia. Lokomotif ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) dan pernah beroperasi di wilayah pegunungan Priangan.
Stasiun Garut sendiri memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1 Agustus 1930. Aktivitas perkeretaapian di jalur ini sempat terhenti akibat erupsi Gunung Galunggung pada 1982 yang mengganggu operasional, hingga akhirnya stasiun resmi ditutup pada 1983. Reaktivasi Stasiun Garut pada 2021 menjadi momentum penting yang kembali membangkitkan harapan kemajuan wilayah Garut.
Sinergi dengan Pelaku Usaha Lokal
Selain mengaktivasi museum mini, KAI Wisata juga berencana menjajaki kolaborasi dengan agen travel lokal untuk menawarkan paket wisata menarik di Garut. Langkah ini sejalan dengan upaya mengintegrasikan layanan kereta api dengan pelaku usaha lokal.
"Kami ingin kereta api yang melayani wisatawan ini terintegrasi dengan pelaku usaha lokal. Bagaimana kita bisa menawarkan opsi terbaik untuk wisatawan yang datang," kata Agus.
Sejak direaktivasi, Stasiun Garut melayani dua kereta api komersial jarak jauh yakni KA Papandayan relasi Garut-Gambir dan KA Cikuray relasi Garut-Pasar Senen. Pada masa angkutan Lebaran 2026, total keberangkatan penumpang dari Stasiun Garut mencapai 13.076 orang atau naik 6 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
"KA menjadi favorit masyarakat karena tepat waktu, aman, dan nyaman," kata Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo.
KAI Wisata juga berencana mengaktivasi berbagai promo untuk penumpang pada momen libur panjang mendatang. Agus menegaskan komitmen KAI Wisata untuk terus mendukung pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah melalui layanan dan pengalaman perjalanan yang berkualitas.
( berbagai sumber)
---
Meta Deskripsi: KAI Wisata hadirkan museum mini di Stasiun Garut untuk dongkrak wisata sejarah, koleksi kereta api Jawa Barat menyusul lonjakan okupansi KA Papandayan.
