Kemendikdasmen Buka Kolaborasi Nasional, Ajak Masyarakat Ciptakan Konten Digital untuk Pendidikan Kesetaraan

Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI) Kemendikdasmen sosialisasikan "Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan", Rabu (3/6/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat transformasi digital pendidikan dengan cara yang lebih inklusif. Kali ini, melalui Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI), pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan konten pembelajaran digital interaktif bagi pendidikan kesetaraan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan materi pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C di berbagai daerah Indonesia.

Melalui program bertajuk Partisipasi Semesta dalam Penyusunan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan untuk Pendidikan Kesetaraan, Direktorat PNFI membuka ruang kolaborasi bagi tutor, pamong belajar, pengelola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), akademisi, praktisi, komunitas, hingga masyarakat umum.

Fokus utama pengembangan konten kali ini adalah materi pemberdayaan dan keterampilan yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga belajar. Tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, materi yang dihasilkan juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, hingga peluang ekonomi masyarakat.

Direktur PNFI, I Gusti Made Ardana, menyatakan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki karakteristik berbeda dibanding pendidikan formal. Karena itu, pendekatan pembelajaran yang diterapkan juga harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik.

“Digitalisasi dalam pendidikan kesetaraan bukan sekadar memindahkan bahan ajar dari buku ke layar gawai. Warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C memiliki kebutuhan yang khas. Mereka membutuhkan materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, aplikatif, serta mampu mendukung kemandirian ekonomi dan sosial,” ujar I Gusti Made Ardana dalam sosialisasi yang digelar Rabu (3/6/2026).

Menurut I Gusti Made, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan konten pembelajaran yang semakin beragam. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadirkan materi yang lebih kaya, kontekstual, dan sesuai dengan tantangan yang dihadapi warga belajar di lapangan.

“Pengembangan konten pendidikan adalah kerja bersama. Kami mengundang seluruh pihak untuk menyumbangkan ide, kreativitas, dan karya terbaiknya agar warga belajar pendidikan kesetaraan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman,” kata I Gusti Made.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan panduan penyusunan konten interaktif yang akan menjadi acuan dalam proses seleksi dan pengembangan materi. Panduan tersebut dirancang untuk memastikan setiap konten memiliki kualitas substansi yang baik, aman digunakan, serta dapat terintegrasi dengan ekosistem digital Rumah Pendidikan.

Saat ini pemerintah juga terus memperkuat platform Rumah Pendidikan, khususnya melalui fitur Ruang Murid, agar akses terhadap sumber belajar digital dapat dinikmati secara lebih merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Digitalisasi Pembelajaran. Ke depan, berbagai konten terpilih akan memperkaya sumber belajar digital nasional yang dapat digunakan dalam pembelajaran daring maupun melalui perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang telah didistribusikan ke sejumlah satuan pendidikan.

Dengan semakin banyak pilihan materi interaktif, warga belajar nantinya dapat mengakses pembelajaran melalui berbagai format yang lebih menarik, mulai dari gim edukasi, simulasi virtual, video pembelajaran, hingga media interaktif lainnya yang dirancang sesuai kebutuhan belajar masa kini.

Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut melalui tautan: https://s.id/kontendigit-PNFI2026 serta dapat mengikuti siaran ulang melalui Youtube Direktorat PNFI melalui https://www.youtube.com/watch?v=VdLFYQepzI8. 

Pendaftaran karya dibuka mulai 5 hingga 26 Juni 2026. Selanjutnya proses penilaian akan berlangsung hingga 7 Juli 2026. Dari seluruh karya yang masuk, sebanyak 135 konten terbaik akan dipilih, terdiri atas 35 konten Paket A, 40 konten Paket B, dan 60 konten Paket C. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada 8 Juli 2026.

Kemendikdasmen berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat mempercepat lahirnya ekosistem pembelajaran digital yang lebih inklusif, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi warga belajar pendidikan kesetaraan untuk berkembang, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

(Sumber: Kemendikdasmen)