![]() |
| Kemenhub percepat proyek perpanjangan KRL Cikarang-Cikampek untuk memangkas waktu tempuh ke Jakarta. Elektrifikasi jalur ditargetkan rampung 2027. ( Foto: tangkapan layar) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA - Kabar gembira bagi para komuter di kawasan timur Jabodetabek. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan percepatan proyek perpanjangan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) dari Stasiun Cikarang hingga Stasiun Cikampek. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kapasitas angkutan, memangkas waktu tempuh, dan menjawab tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait rencana elektrifikasi jalur tersebut.
"Mengenai perpanjangan KRL Jabodetabek Cikarang menuju Cikampek, elektrifikasi ini kami sudah diskusi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI)," ujar Allan di Jakarta, Sabtu (27/6/2026), dikutip dari Antara.
Kolaborasi Lintas Lembaga
Percepatan proyek ini bukan hanya tugas Kemenhub dan KAI. Allan menjelaskan bahwa sejumlah langkah strategis tengah disiapkan melalui kolaborasi erat dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara).
"Dan kita akan percepat segala sesuatu," tegasnya, menandakan komitmen serius pemerintah untuk merealisasikan proyek ini.
Mengapa Proyek Ini Dipercepat?
Saat ini, layanan KRL Jabodetabek hanya berakhir di Stasiun Cikarang. Jalur dari Cikarang menuju Karawang dan Cikampek belum dilengkapi dengan infrastruktur elektrifikasi (jaringan listrik aliran atas) yang menjadi syarat mutlak operasional KRL.
Akibatnya, jutaan warga di Karawang dan Cikampek yang setiap hari bekerja di Jakarta harus bergantung pada moda transportasi lain yang memakan waktu lebih lama dan biaya lebih besar. Padahal, wilayah Karawang merupakan kawasan industri nasional dengan mobilitas pekerja yang sangat tinggi.
"Kita akan dorong karena memang banyak masyarakat sekitar yang meminta pelayanan ini. Diharapkan dengan adanya elektrifikasi, waktu tempuh dari rumah di sekitaran sana menuju tengah Kota Jakarta akan lebih cepat," ucap Allan.
Target dan Dampak Positif
Berdasarkan informasi sebelumnya, proyek elektrifikasi jalur sepanjang kurang lebih 40 kilometer ini ditargetkan dapat rampung pada tahun 2027 . Dengan selesainya proyek ini, masyarakat Cikampek dan sekitarnya nantinya dapat menikmati perjalanan KRL langsung menuju pusat Jakarta tanpa perlu berganti moda transportasi. Hal ini diprediksi akan secara signifikan memangkas waktu tempuh dan biaya transportasi harian, sekaligus mengurangi kemacetan di jalan raya.
Bukan Hanya Perpanjangan Jalur
Selain fokus pada perpanjangan jalur hingga Cikampek, pemerintah juga memberikan perhatian pada peningkatan kapasitas di jalur eksisting. Kemenhub mulai meningkatkan sistem elektrifikasi Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung untuk mengatasi kepadatan penumpang yang sangat tinggi.
Data menunjukkan bahwa pada jam sibuk, kapasitas KRL di jalur ini terisi hingga 161 persen. Peningkatan sistem traksi listrik di Green Line akan memungkinkan pengoperasian rangkaian KRL yang lebih panjang, sehingga kapasitas angkut penumpang meningkat signifikan.
Di sisi lain, pembangunan jalur double-double track (DDT) juga terus dipercepat. Infrastruktur ini akan memisahkan jalur kereta jarak jauh dengan jalur KRL, sehingga perjalanan kereta menjadi lebih lancar, aman, dan tepat waktu, serta mendukung pengembangan layanan KRL hingga Cikampek tanpa mengganggu jadwal kereta antarkota.
( berbagai sumber)
