![]() |
| Puasa sunnah di bulan Muharram merupakan puasa yang diutamakan sesudah Ramadhan. ( Foto: istimewa) |
GEBRAK.ID;JAKARTA--Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah yang memiliki pahala besar.
Keutamaan puasa Muharram dijelaskan langsung oleh Rasulullah SAW dalam hadis sahih yang diriwayatkan Imam Muslim.
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram."
(HR Muslim No. 1163)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa puasa di bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dibandingkan puasa sunnah di bulan-bulan lainnya.
Latar Belakang Sejarah Puasa Muharram
Sejarah puasa Muharram, khususnya puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, berawal ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal tersebut sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
Rasulullah SAW kemudian bersabda:
"Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian."
Lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk ikut berpuasa.
(HR Bukhari dan Muslim)
Pada awalnya puasa Asyura bahkan sempat diwajibkan. Namun setelah Allah SWT mewajibkan puasa Ramadan pada tahun kedua Hijriah, hukum puasa Asyura berubah menjadi sunnah.
Untuk membedakan praktik ibadah umat Islam dengan kaum Yahudi, Rasulullah SAW berniat menambahkan puasa pada tanggal 9 Muharram atau dikenal sebagai puasa Tasua.
Beliau bersabda:
"Jika aku masih hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."
(HR Muslim)
Tanggal Berapa Puasa Sunnah Muharram?
Para ulama menjelaskan bahwa puasa di bulan Muharram dapat dilakukan sepanjang bulan. Namun terdapat hari-hari yang memiliki keutamaan khusus.
1. Puasa Tasua
Dilaksanakan pada 9 Muharram
Bertujuan menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
2. Puasa Asyura
Dilaksanakan pada 10 Muharram
Memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu."
(HR Muslim No. 1162)
3. Puasa 9 dan 10 Muharram
Mayoritas ulama menganjurkan menggabungkan puasa Tasua dan Asyura agar mengikuti sunnah Nabi secara lebih sempurna.
Sebagian ulama juga membolehkan menambah puasa pada tanggal 11 Muharram sehingga menjadi 9-10-11 Muharram.
Bacaan Niat Puasa Muharram
Niat Puasa Sunnah Muharram
Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ الْمُحَرَّمِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin
Nawaitu shauma syahril muharrami sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya
"Aku berniat berpuasa sunnah pada bulan Muharram karena Allah Ta'ala."
Karena merupakan puasa sunnah, apabila seseorang belum berniat pada malam hari dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar, ia masih diperbolehkan berniat pada pagi atau siang hari sesuai pendapat mayoritas ulama yang merujuk pada hadis sahih riwayat Imam Muslim.
Keutamaan Puasa Muharram
Selain menjadi puasa sunnah paling utama setelah Ramadan, puasa Muharram memiliki sejumlah keistimewaan.
1. Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadan
Keutamaan ini ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim yang menyebut bulan Muharram sebagai "Syahrullah" atau bulan Allah, sebuah penyebutan yang menunjukkan kemuliaannya.
2. Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Puasa Asyura menjadi salah satu ibadah yang diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya, sebagaimana hadis riwayat Imam Muslim.
3. Meneladani Nabi Muhammad SAW dan Nabi Musa AS
Puasa Asyura merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas pertolongan-Nya kepada Nabi Musa AS sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
4. Memperbanyak Amal pada Bulan Mulia
Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh dan menjauhi kemaksiatan sebagaimana disebutkan dalam Surah At-Taubah ayat 36.
Puasa Muharram merupakan ibadah sunnah yang memiliki keutamaan sangat besar. Berdasarkan hadis sahih, puasa ini adalah puasa sunnah paling utama setelah Ramadan. Amalan yang paling dianjurkan adalah puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasua) dan 10 Muharram (Asyura), dengan keutamaan menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.
Dengan memahami sejarah, dalil, serta tata cara pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan puasa Muharram dengan lebih baik sebagai bentuk ketakwaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
(berbagai sumber)
