Menteri Kebudayaan Dorong Gerakan Nasional Indonesia Bercerita, 2.797 Peserta Ramaikan Gala Cerita Rakyat 2026

Kementerian Kebudayaan RI mendorong tradisi bercerita menjadi gerakan nasional guna memperkuat pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda. Gagasan tersebut mengemuka dalam Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang digelar di Graha Utama Gedung A Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Editor: Devona R

JAKARTA – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) mendorong tradisi bercerita menjadi gerakan nasional guna memperkuat pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda. Gagasan tersebut mengemuka dalam Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 yang digelar di Graha Utama Gedung A Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 menjadi penutup rangkaian program pelestarian cerita rakyat yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah di Tanah Air. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk mengenal kembali, menceritakan ulang, serta mendokumentasikan cerita rakyat dengan memanfaatkan platform digital.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Selama masa pengumpulan karya yang berlangsung dari 20 April hingga 20 Mei 2026, Gala Cerita Rakyat Indonesia berhasil menjangkau 30 provinsi dengan total 1.737 karya yang dikirimkan oleh 2.797 peserta dari beragam kelompok usia dan latar belakang.

Peserta berasal dari berbagai kategori, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, pendidik, masyarakat umum hingga kelompok inklusi. Mereka mengirimkan video dongeng cerita rakyat menggunakan telepon genggam, kemudian membagikannya melalui media sosial dan mendaftarkan karya tersebut melalui platform Gala Cerita Rakyat Indonesia.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada karya-karya yang mengangkat identitas bangsa melalui tradisi lisan.

Menurutnya, tradisi lisan merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang sangat besar. Meski sebagian telah terdokumentasi dalam bentuk tulisan, sebagian besar masih diwariskan secara turun-temurun melalui tutur cerita, termasuk cerita rakyat yang tersebar di berbagai daerah.

Fadli Zon menilai cerita rakyat merupakan warisan budaya yang memiliki nilai penting, namun kerap belum mendapatkan perhatian yang memadai. Karena itu, pemerintah ingin memperkuat upaya pelestarian sekaligus memperluas ruang pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat modern.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon mengajak komunitas pendongeng, storyteller, pegiat budaya, pendidik, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan tradisi bercerita. Ia menegaskan bahwa Gala Cerita Rakyat Indonesia tidak berhenti sebagai sebuah program tahunan, melainkan menjadi titik awal lahirnya Gerakan Cerita Rakyat Indonesia sebagai gerakan nasional.

Menurutnya, cerita rakyat mengandung berbagai nilai kehidupan yang relevan sepanjang masa, mulai dari kejujuran, keberanian, keteladanan, hingga kedermawanan. Nilai-nilai tersebut dapat diwariskan secara efektif kepada generasi muda melalui dongeng dan storytelling tanpa kesan menggurui.

Tak hanya itu, Menteri Kebudayaan juga berharap cerita rakyat Indonesia dapat terus berkembang dalam berbagai medium kreatif. Mulai dari buku, film, animasi, komik, permainan digital, hingga pertunjukan seni yang mampu menjangkau khalayak lebih luas, termasuk masyarakat internasional melalui penerjemahan ke berbagai bahasa dunia.

Sementara itu, juri Gala Cerita Rakyat Indonesia, Neno Warisman, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses membangun fondasi Gerakan Indonesia Bercerita. Menurutnya, gerakan tersebut tengah dipersiapkan melalui proses inkubasi nasional yang nantinya akan melahirkan standar pembudayaan tradisi bercerita bagi Generasi Z dan Generasi Alpha.

Pada malam puncak apresiasi, sebanyak enam peserta terbaik dari masing-masing kategori menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan. Para pemenang berasal dari kategori Anak, Remaja, Orang Tua, Pendidik, Umum, serta Apresiasi Inklusif.

Kementerian Kebudayaan menilai program ini berhasil membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal kembali cerita rakyat dari berbagai daerah. Selain menjadi sarana dokumentasi, kegiatan tersebut juga memperkuat keterlibatan keluarga, komunitas, pendidik, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi lisan Indonesia.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan berencana mencanangkan GALA Indonesia Bercerita 2027 sebagai gerakan nasional budaya dan pengasuhan berbasis cerita. Program ini diarahkan untuk menghidupkan kembali budaya bercerita sebagai sarana pembentukan karakter, pelestarian budaya, sekaligus mempererat hubungan antargenerasi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap cerita rakyat Indonesia tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, melainkan tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian penting dari identitas bangsa.

(Sumber: Kementerian Kebudayaan)