GEBRAK.ID, JAKARTA – MotoGP kembali melakukan perubahan penting pada regulasi teknis dan keselamatan. Mulai Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit Assen akhir pekan ini, perangkat holeshot atau front ride-height device resmi dilarang digunakan saat start balapan.
Keputusan tersebut diumumkan Komisi Grand Prix (Grand Prix Commission/GPC) sebagai bagian dari upaya menyederhanakan teknologi di MotoGP sekaligus meningkatkan aspek keselamatan. Sebelumnya, penghapusan perangkat ini memang telah dijadwalkan dalam regulasi baru yang mulai berlaku musim 2027. Namun, GPC memutuskan mempercepat penerapannya mulai seri Belanda.
Berdasarkan keterangan resmi MotoGP, Rabu (24/6/2026), perangkat holeshot selama ini dimanfaatkan pembalap untuk menurunkan bagian depan motor sesaat sebelum start. Posisi motor yang lebih rendah membuat roda depan lebih stabil saat akselerasi awal sehingga peluang wheelie berkurang dan motor mampu melesat lebih cepat ketika lampu start padam.
Meski memberikan keuntungan dari sisi performa, teknologi tersebut juga menjadi salah satu perangkat yang memicu meningkatnya kompleksitas teknis di MotoGP. Karena itu, regulator memilih mengakhirinya lebih cepat dari jadwal semula.
Dengan aturan baru tersebut, seluruh pembalap tidak lagi diperbolehkan mengaktifkan perangkat holeshot ketika memulai balapan di Assen. Perubahan ini diperkirakan akan membuat momen start kembali lebih mengandalkan kemampuan pembalap dalam mengontrol motor dibanding bantuan teknologi.
Larangan penggunaan perangkat holeshot menjadi salah satu keputusan penting yang lahir setelah pembahasan intensif dalam beberapa seri terakhir. Regulasi baru ini diyakini akan menghadirkan persaingan yang lebih alami, sekaligus mengurangi ketergantungan tim terhadap perangkat elektronik dan mekanis yang semakin kompleks.
Tak hanya soal teknologi, Komisi Grand Prix juga mengumumkan perubahan pada tata letak starting grid yang mulai diterapkan pada GP Jerman di Sirkuit Sachsenring. Aturan tersebut berlaku untuk seluruh kelas balap, mulai Moto3, Moto2 hingga MotoGP.
Dalam regulasi baru itu, jarak antarpembalap di baris yang sama diperlebar dari tiga meter menjadi empat meter. Sementara jarak antarbaris meningkat dari sembilan meter menjadi 12 meter.
Meski formasi tiga pembalap dalam satu baris tetap dipertahankan, ruang yang lebih lebar diharapkan mampu mengurangi risiko insiden beruntun ketika start berlangsung, terutama pada tikungan pertama yang sering menjadi titik rawan kecelakaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen penyelenggara MotoGP untuk terus meningkatkan standar keselamatan tanpa mengurangi kualitas persaingan di lintasan.
Selain aturan teknis dan prosedur start, GPC juga menetapkan regulasi baru mengenai jumlah motor yang dapat dioperasikan setiap pabrikan mulai musim 2028.
Dalam aturan tersebut, satu pabrikan maksimal hanya boleh memiliki enam motor yang berlaga di grid MotoGP, dengan syarat terdapat sedikitnya lima pabrikan yang berkompetisi di kejuaraan dunia.
Artinya, setiap pabrikan hanya dapat menurunkan satu tim pabrikan dan memasok maksimal dua tim satelit. Ketentuan ini sebenarnya telah diterapkan secara praktik pada musim 2026, di mana Ducati menjadi satu-satunya pabrikan yang menurunkan enam motor. Namun mulai 2028, batas tersebut resmi masuk dalam regulasi kejuaraan.
Perubahan-perubahan ini menjadi bagian dari arah baru MotoGP dalam menyongsong era regulasi 850cc yang mulai berlaku pada musim 2027. Selain kapasitas mesin yang lebih kecil dan penggunaan ban Pirelli sebagai pemasok tunggal, kejuaraan juga diarahkan agar lebih kompetitif, efisien, dan mengedepankan keselamatan seluruh pembalap.
(Sumber: MotoGP)
