Mourinho Kembali ke Real Madrid, Gareth Bale Yakin The Special One Mampu Satukan Ruang Ganti Los Blancos

Gareth Bale dan Jose Mourinho. (Foto: Football London)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, MADRID – Kembalinya Jose Mourinho ke kursi pelatih Real Madrid menjadi salah satu kabar paling menyita perhatian dunia sepak bola. Di tengah tantangan besar yang menanti, mantan bintang Los Blancos, Gareth Bale, justru optimistis pelatih asal Portugal itu mampu mengembalikan keharmonisan tim dan membawa Madrid kembali ke jalur juara.

Menurut Bale, kekuatan utama Mourinho bukan hanya soal strategi di lapangan, melainkan kemampuannya mengelola karakter para pemain bintang yang memiliki ego besar. Hal itulah yang dinilai menjadi modal penting untuk membenahi kondisi Real Madrid saat ini.

"Di klub besar seperti Madrid, Anda sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pelatih dalam arti melatih teknis. Anda membutuhkan seseorang yang mampu mengelola ego pemain. Itulah alasan mengapa Jose begitu sukses di klub-klub terbesar," ujar Bale dalam wawancara bersama The Athletic, Minggu (21/6/2026).

Mourinho resmi kembali menangani Real Madrid pada awal Juni 2026, tepatnya 13 tahun setelah mengakhiri periode pertamanya di Santiago Bernabeu. Pelatih berusia 63 tahun itu dikontrak selama tiga musim untuk menggantikan Alvaro Arbeloa.

Pelatih berjuluk The Special One tersebut langsung dihadapkan pada pekerjaan berat. Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Real Madrid setelah gagal meraih satu pun trofi.

Los Blancos harus merelakan gelar LaLiga jatuh ke tangan rival abadinya, Barcelona. Di Liga Champions, langkah mereka terhenti di babak perempat final. Sementara di Copa del Rey, Madrid secara mengejutkan tersingkir pada babak 16 besar setelah dikalahkan klub divisi dua, Albacete.

Tak hanya prestasi yang menurun, suasana ruang ganti Madrid juga disebut kurang kondusif. Sejumlah laporan menyebut sempat terjadi perselisihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni usai sesi latihan. Di sisi lain, muncul pula ketegangan antara Kylian Mbappe dan Alvaro Arbeloa setelah sang penyerang dikabarkan tidak puas dengan perannya di dalam tim.

Bale menilai pengalaman Mourinho menangani klub-klub elite Eropa membuatnya sangat memahami bagaimana menghadapi situasi seperti itu.

"Dengan kehadiran pelatih yang berpengalaman seperti Carlo Ancelotti sebelumnya, Jose diharapkan bisa menenangkan kelompok ini dan membuat semua pemain berjalan ke arah yang sama. Dia akan mencari tahu karakter setiap pemain dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka," kata mantan kapten Timnas Wales tersebut.

Pengalaman Mourinho bersama Real Madrid pada periode 2010 hingga 2013 menjadi alasan lain yang membuat Bale percaya diri. Dalam periode tersebut, Mourinho memimpin Madrid dalam 174 pertandingan di semua kompetisi dengan torehan 126 kemenangan dan tiga gelar juara. Persentase kemenangan sebesar 72,4 persen bahkan menjadi rekor terbaik sepanjang karier kepelatihannya di level klub.

Bale sendiri mengetahui secara langsung gaya kepemimpinan Mourinho. Selain sembilan musim membela Real Madrid dengan catatan 258 penampilan, 106 gol, 57 assist, dan 16 trofi, ia juga kembali bekerja sama dengan Mourinho usai dipinjamkan ke Tottenham Hotspur pada musim 2020/2021. Kala itu, Bale mampu berkontribusi dengan 19 gol dari 34 pertandingan.

Kini, publik Madrid berharap sentuhan Mourinho mampu mengakhiri masa sulit Los Blancos dan mengembalikan klub raksasa Spanyol itu ke persaingan papan atas, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

(Sumber: The Athletic)