Editor: Damar Pratama
Bek Jonathan Tah menjadi sosok paling malang dalam duel dramatis antara Jerman dan Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Bundesliga)
GEBRAK.ID – Jonathan Tah menjadi sosok paling malang dalam duel dramatis antara Jerman dan Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Bek tengah Die Mannschaft itu sempat mengira telah menjadi pahlawan setelah mencetak gol di babak tambahan waktu, namun harapannya sirna karena gol tersebut dianulir melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Penderitaan Tah belum berakhir. Saat pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, pemain berusia 30 tahun itu kembali menjadi sorotan setelah gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor yang akhirnya membuat Jerman tersingkir dari turnamen.
Laga yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, itu menyajikan drama sejak awal hingga akhir.
Paraguay tampil mengejutkan dengan membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-42. Julio Enciso sukses menanduk bola ke gawang Manuel Neuer dan membawa Los Guaranies unggul 1-0 hingga turun minum.
Jerman yang lebih banyak menguasai permainan akhirnya mampu membalas pada babak kedua. Kai Havertz mencetak gol penyama kedudukan sehingga skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga waktu normal berakhir.
Karena tidak ada pemenang dalam 90 menit, pertandingan pun dilanjutkan ke babak extra time.
Drama besar terjadi pada menit ke-102. Jonathan Tah berhasil menjebol gawang Paraguay dan sempat merayakan gol yang diyakini akan membawa Jerman unggul. Namun, kegembiraan itu hanya berlangsung sesaat.
Wasit kemudian meninjau ulang proses terjadinya gol melalui VAR. Setelah melihat tayangan ulang, gol Tah dianulir karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang Paraguay Orlando Gill sebelum bola masuk ke gawang.
Keputusan tersebut membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga babak tambahan waktu usai. Pemenang pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Babak tos-tosan berlangsung sama menegangkannya. Kai Havertz yang menjadi penendang pertama Jerman gagal menjalankan tugas setelah tendangannya tidak menghasilkan gol. Paraguay langsung memanfaatkan momentum melalui Mauricio yang membawa timnya unggul 1-0.
Joshua Kimmich kemudian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun, Gustavo Gomez kembali membawa Paraguay memimpin sebelum Jamal Musiala mengubah skor menjadi 2-2.
Matias Galarza sukses mencetak gol berikutnya untuk Paraguay, sementara Nick Woltemade gagal menyamakan skor karena sepakannya berhasil ditepis kiper lawan.
Kesempatan Paraguay untuk mengakhiri pertandingan sempat terbuka ketika Antonio Sanabria maju sebagai penendang. Namun, tendangannya justru melenceng dari sasaran sehingga Jerman masih memiliki harapan.
Nadiem Amiri kemudian sukses menjalankan tugasnya dan membuat skor kembali imbang 3-3. Drama kembali berlanjut ketika Fabian Balbuena juga gagal memanfaatkan peluang untuk memastikan kemenangan Paraguay.
Karena lima penendang dari masing-masing tim telah menyelesaikan tugasnya dengan skor tetap sama, adu penalti memasuki babak sudden death.
Di momen inilah Jonathan Tah kembali menjadi sorotan. Bek Bayer Leverkusen itu dipercaya menjadi penendang tambahan Jerman. Sayangnya, ia gagal menaklukkan kiper Paraguay sehingga tekanan kembali beralih kepada Die Mannschaft.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale. Bek Paraguay itu melepaskan eksekusi yang sukses bersarang di gawang Jerman dan memastikan Los Guaranies menang 4-3 dalam adu penalti sekaligus mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Bagi Jonathan Tah, pertandingan ini akan menjadi salah satu momen paling pahit dalam perjalanan kariernya. Dalam satu malam, ia merasakan dua kekecewaan sekaligus, yakni gol yang dianulir VAR dan kegagalan sebagai algojo penalti.
Sementara itu, Paraguay berhak melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026 setelah menunjukkan ketangguhan mental sepanjang pertandingan. Tim asuhan Gustavo Alfaro sukses menyingkirkan salah satu unggulan turnamen dan menjaga asa untuk melangkah lebih jauh di pentas sepak bola dunia.
(Sumber: Reuters)