GEBRAK.ID – Persaingan memperebutkan gelar Sepatu Emas Piala Dunia 2026 semakin memanas setelah bintang Brasil Vinicius Junior tampil gemilang pada laga terakhir fase grup. Dua gol yang dicetaknya ke gawang Skotlandia membuat penyerang Real Madrid itu melesat ke posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak turnamen.
Penampilan impresif Vinicius membantu Brasil menutup fase grup dengan hasil meyakinkan sekaligus menjaga peluangnya untuk meraih penghargaan individu paling prestisius bagi para penyerang di ajang Piala Dunia.
Tambahan dua gol tersebut membuat koleksi Vinicius kini mencapai empat gol sepanjang turnamen. Torehan itu menempatkannya sejajar dengan Kylian Mbappe dari Prancis dan Erling Haaland dari Norwegia yang juga telah mengemas empat gol.
Meski memiliki jumlah gol yang sama, Vinicius unggul dalam perhitungan klasemen Sepatu Emas karena telah mencatatkan satu assist. Faktor kontribusi gol dan assist menjadi salah satu penentu apabila jumlah gol para pemain sama.
Namun, Vinicius masih harus bekerja keras untuk mengejar Lionel Messi. Kapten Argentina itu masih kokoh di puncak klasemen sementara dengan lima gol yang dicetak hanya dalam tiga pertandingan fase grup.
Konsistensi Messi menjadi ancaman serius bagi para pesaingnya. Meski sudah berusia 39 tahun, peraih delapan Ballon d'Or tersebut tetap menunjukkan ketajamannya di panggung terbesar sepak bola dunia.
Persaingan menuju fase gugur diperkirakan akan semakin sengit. Sebab, para pemain yang saat ini berada di posisi lima besar masih memiliki peluang besar untuk menambah koleksi gol mereka.
Di bawah Messi, Vinicius, Mbappe, dan Haaland, terdapat nama penyerang Jerman Deniz Undav yang tampil mengejutkan. Meski hanya bermain selama 69 menit, Undav telah mengemas tiga gol dan dua assist, menjadikannya salah satu pemain paling efisien di turnamen sejauh ini.
Sementara itu, talenta muda Swiss Johan Manzambi juga mencuri perhatian. Pemain yang mulai dikenal luas selama Piala Dunia 2026 tersebut berhasil mengoleksi tiga gol dan satu assist untuk membantu Swiss melaju ke babak berikutnya.
Brasil bahkan memiliki dua wakil dalam daftar 10 besar. Selain Vinicius, ada Matheus Cunha yang sudah mengoleksi tiga gol dan berpeluang menambah pundi-pundi golnya saat Selecao memasuki babak gugur.
Maroko dan Kanada juga memiliki wakil melalui Ismael Saibari dan Jonathan David yang sama-sama telah mencetak tiga gol sepanjang turnamen.
Dengan fase grup yang mulai berakhir, persaingan Sepatu Emas diprediksi semakin ketat. Para pemain yang timnya mampu melaju jauh di babak knockout akan memiliki peluang lebih besar untuk menambah koleksi gol dan menggeser posisi Messi di puncak klasemen.
Jika mampu mempertahankan ketajamannya, bukan tidak mungkin Vinicius akan menjadi pemain Brasil pertama yang meraih Sepatu Emas Piala Dunia sejak Ronaldo Nazario pada edisi 2002.
Klasemen Sementara 10 Besar Sepatu Emas Piala Dunia 2026
| Peringkat | Pemain | Tim | Gol | Assist | Menit Bermain |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Lionel Messi | Argentina | 5 | 0 | 187 |
| 2 | Vinicius Junior | Brasil | 4 | 1 | 293 |
| 3 | Kylian Mbappe | Prancis | 4 | 0 | 199 |
| 4 | Erling Haaland | Norwegia | 4 | 0 | 207 |
| 5 | Deniz Undav | Jerman | 3 | 2 | 69 |
| 6 | Johan Manzambi | Swiss | 3 | 1 | 146 |
| 7 | Matheus Cunha | Brasil | 3 | 0 | 191 |
| 8 | Ismael Saibari | Maroko | 3 | 0 | 255 |
| 9 | Jonathan David | Kanada | 3 | 0 | 270 |
| 10 | Crysencio Summerville | Belanda | 2 | 1 | 123 |
Persaingan Sepatu Emas masih sangat terbuka. Dengan babak gugur yang akan segera dimulai, setiap gol bisa menjadi penentu siapa yang akhirnya dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026.
(Sumber: FIFA)
