![]() |
| Kemdiktisaintek Brian Yuliarto. ( Foto: setkab. go. id). |
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (22/6). Mereka yang dipanggil adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Keduanya tiba di Istana dengan agenda yang berbeda .
Menteri Rosan tiba sekitar pukul 13.20 WIB dengan tergesa-gesa. Ia hanya menyampaikan permintaan maaf karena terlambat dan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pertemuannya dengan Presiden Prabowo.
"Mohon maaf sudah agak telat nih," ujar Rosan singkat kepada awak media.
Sementara itu, Menteri Brian mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Istana bertujuan untuk mengantar perwakilan dari Imperial College London, Inggris. Pertemuan tersebut membahas potensi kerja sama pendidikan antara Indonesia dan universitas riset ternama asal Inggris itu.
"Ada mengantar profesor dari Imperial College terkait kerja sama Indonesia dengan Imperial College," ujar Brian kepada wartawan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke London pada Januari 2026 lalu. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo bertemu dengan 24 profesor dari universitas-universitas terkemuka Inggris yang tergabung dalam Russell Group, termasuk Imperial College London, Oxford, dan Cambridge. Saat itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pemerintah ingin mendirikan 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran dan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).
Dukungan terhadap rencana ini juga datang dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Ia berharap kampus dari Russell Group dapat segera hadir di Jakarta untuk memperluas akses generasi muda Indonesia terhadap pendidikan tinggi berkualitas dunia.
PLN Laporkan Pemadaman Bergilir
Sebelum kedua menteri tiba, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo beserta jajaran lebih dahulu hadir di Istana sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka melaporkan perkembangan terkait pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa beberapa waktu terakhir .
Darmawan menyampaikan kabar baik bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir sejak Minggu (21/6). Hal ini didukung oleh mulai mengalirnya pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi dan pulihnya salah satu pembangkit listrik besar milik mitra yang sebelumnya mengalami gangguan teknis.
"Kami minggu lalu langsung menurunkan tim PLN bersama dengan mitra kami untuk melakukan perbaikan. Dan ada kabar yang baik tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa," ujar Darmawan.
(berbagai sumber)
