Prediksi Piala Dunia 2026: Belgia Vs Mesir, Adu Kuat Generasi Baru dan Mimpi Besar Mohamed Salah

Pertandingan penyisihan Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia melawan Mesir yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Washington, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) dinihari WIB. (Foto ilustrasi/grafis: Gebrak.id/AI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Laga Belgia kontra Mesir pada pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia 2026 diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di fase awal turnamen. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Lumen Field, Seattle, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) WIB itu bukan hanya soal perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi panggung pembuktian bagi dua tim yang tengah menjalani proses regenerasi.

Baik Belgia maupun Mesir datang ke putaran final dengan modal positif. Keduanya melaju dari fase kualifikasi tanpa menelan kekalahan, sebuah catatan yang menunjukkan kesiapan mereka menghadapi persaingan di level tertinggi sepak bola dunia.

Bagi Belgia, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan untuk membuka lembaran baru setelah kegagalan mengecewakan di Qatar 2022. Saat itu, generasi emas yang dihuni sejumlah bintang kelas dunia gagal melangkah dari fase grup, mengakhiri era yang sebelumnya sempat membawa Belgia finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2018.

Kini, pelatih Rudi Garcia mencoba membangun fondasi baru. Meski masih mengandalkan sosok senior seperti Thibaut Courtois, Kevin De Bruyne, dan Youri Tielemans, Belgia mulai memberi ruang lebih besar kepada generasi muda.

Nama-nama seperti Jeremy Doku, Leandro Trossard, hingga Charles De Ketelaere menjadi wajah baru yang diharapkan mampu meneruskan tradisi kuat sepak bola Belgia. Kombinasi pengalaman dan energi muda inilah yang akan menjadi kekuatan utama Setan Merah pada turnamen kali ini.

Namun Mesir datang bukan sebagai pelengkap. Tim berjuluk The Pharaohs membawa ambisi besar setelah kembali ke Piala Dunia usai absen pada edisi 2022.

Lebih dari sekadar lolos ke putaran final, Mesir memiliki target bersejarah yang belum pernah mereka capai. Dalam tiga penampilan sebelumnya di Piala Dunia, yakni tahun 1934, 1990, dan 2018, Mesir belum pernah merasakan kemenangan. Catatan dua hasil imbang dan lima kekalahan menjadi motivasi besar untuk mengubah sejarah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Harapan tersebut bertumpu pada Mohamed Salah. Meski telah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub bersama Liverpool, penyerang berusia 34 tahun itu masih memiliki satu misi besar bersama tim nasional, yakni membawa Mesir mencatatkan prestasi terbaik di panggung dunia.

Menariknya, Salah kini tidak lagi bekerja sendirian. Mesir memiliki sejumlah pemain yang sedang berkembang pesat, salah satunya Omar Marmoush yang tampil impresif di kompetisi Eropa dalam beberapa musim terakhir.

Kolaborasi Salah dan Marmoush diyakini menjadi senjata utama Mesir untuk membongkar pertahanan Belgia. Kecepatan, kreativitas, dan ketajaman keduanya bisa menjadi ancaman serius bagi lini belakang lawan.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada Hamza Abdelkarim. Penyerang berusia 18 tahun yang memperkuat tim junior Barcelona tersebut disebut-sebut sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang dimiliki Mesir saat ini.

Di atas kertas, Belgia masih lebih unggul dari sisi pengalaman, kualitas individu, dan kedalaman skuad. Namun semangat Mesir untuk mengukir sejarah baru membuat pertandingan ini diperkirakan berlangsung ketat sejak menit pertama.

Siapa yang lebih sukses dalam proses regenerasi? Jawaban awalnya mungkin akan mulai terlihat dalam duel panas Belgia melawan Mesir di Seattle.

(Berbagai Sumber)