![]() |
| Presiden Prabowo panggil ekonom Chatib Basri ke Istana pada Selasa sore ( 9/6/2026). (Foto: istimewa) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA– Presiden RI Prabowo Subianto memanggil ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa sore (9/6/2026). Pemanggilan ini dilakukan di tengah santernya isu mengenai rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih, khususnya di posisi Menteri Keuangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Chatib Basri tiba di Istana sekitar pukul 15.40 WIB. Ia tampak mengenakan kemeja berwarna krem muda dan datang bersama dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang tiba lebih dahulu.
Kehadiran Chatib Basri langsung menyita perhatian. Namanya belakangan ini ramai diperbincangkan sebagai salah satu kandidat kuat untuk menggantikan Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Namun, saat dimintai konfirmasi oleh awak media mengenai agenda pertemuan maupun isu tersebut, Chatib Basri memilih untuk irit bicara. Ia enggan berkomentar banyak dan melempar pertanyaan kepada Luhut Binsar Pandjaitan.
"Tanya Pak Luhut. Tuh ada, rame-rame kok," ujar Chatib singkat, merujuk pada pertemuan yang akan berlangsung bersama.
Saat ditanya secara spesifik mengenai kemungkinan dirinya masuk ke dalam jajaran kabinet, ekonom yang juga merupakan pengajar di Universitas Harvard itu dengan tegas membantah mengetahui informasi tersebut.
"Saya enggak tahu," jawabnya saat ditanya wartawan.
Ia juga menegaskan bahwa kepulangannya ke Indonesia bukan karena adanya percepatan agenda tertentu, melainkan karena jadwal libur di universitas tempatnya mengajar. "Enggak, di Harvard itu libur sekarang," kata Chatib di depan awak media.
Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan yang juga hadir dalam pertemuan tersebut memberikan sedikit gambaran mengenai agenda mereka. Ia mengindikasikan bahwa pertemuan rutin ini merupakan bagian dari pelaporan perkembangan kinerja Dewan Ekonomi Nasional.
"Ya, kita melaporkan apa saja tiap Dewan Ekonomi setiap bulan atau setiap 5 minggu," ujar Luhut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana mengenai hasil pertemuan antara Presiden Prabowo, Luhut, dan Chatib Basri. Spekulasi mengenai reshuffle kabinet pun masih terus menjadi topik hangat yang berkembang di kalangan politisi dan ekonom.
( berbagai sumber)
