RANS Milik Raffi Ahmad Bidik Dana IPO Rp429 Miliar, Bangun Cipungland hingga Kembangkan Bisnis AI

RANS membidik dana IPO hingga Rp429 miliar untuk membangun Cipungland, ekspansi AI, akuisisi bisnis kosmetik, dan melunasi utang. ( Foto: instagram) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, bersiap mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Berdasarkan prospektus awal, harga penawaran berada di kisaran Rp135-Rp170 per saham. Dengan rentang tersebut, RANS berpotensi menghimpun dana segar hingga sekitar Rp429,25 miliar sebelum dikurangi biaya emisi.

Dana hasil IPO akan difokuskan untuk memperkuat ekspansi bisnis di berbagai lini, mulai dari industri hiburan, taman rekreasi keluarga, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Porsi terbesar penggunaan dana, sekitar 37,61 persen, akan dialokasikan sebagai belanja operasional penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis nasional maupun internasional di berbagai kota di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi RANS memperluas bisnis live entertainment yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

Selain itu, sekitar 18,64 persen dana IPO akan digunakan sebagai belanja modal untuk pembangunan Cipungland, wahana hiburan keluarga yang menjadi salah satu proyek unggulan perseroan.

RANS juga mengalokasikan sekitar 8,15 persen dana hasil IPO untuk pengembangan bisnis berbasis AI melalui penguatan platform Feedloop. Perseroan menilai teknologi AI akan menjadi salah satu pilar pertumbuhan bisnis digital di masa depan.

Di sisi lain, sekitar 19,80 persen dana IPO akan dimanfaatkan untuk mengakuisisi kepemilikan saham PT Rans Kosmetika Indonesia yang menaungi merek Slavina. Akuisisi tersebut diharapkan memperkuat ekosistem bisnis consumer products yang telah dibangun RANS.

Sementara itu, sekitar 6,98 persen dana akan dipakai untuk melunasi lebih awal pokok pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sehingga beban keuangan perseroan dapat berkurang. Sisanya akan digunakan sebagai tambahan modal kerja melalui entitas anak guna mendukung ekspansi usaha.

Menjelang pencatatan saham perdana, IPO RANS juga sempat menjadi perhatian pelaku pasar terkait porsi saham publik (free float). Bursa Efek Indonesia memastikan struktur free float perseroan diperkirakan mencapai sekitar 28,85 persen setelah memperhitungkan kepemilikan pemegang saham lama yang memenuhi kriteria free float. Dengan demikian, perseroan dinyatakan memenuhi ketentuan yang berlaku untuk proses pencatatan sahamnya.

Melalui aksi korporasi ini, RANS menargetkan penguatan bisnis hiburan terintegrasi yang mencakup media digital, penyelenggaraan acara, rekreasi keluarga, produk konsumen, hingga teknologi berbasis AI. Perseroan berharap dana hasil IPO mampu mempercepat ekspansi dan meningkatkan daya saing di industri hiburan serta ekonomi digital Indonesia.

( berbagai sumber