Skor Ketua OSIS Turun 51 Poin Saat "Injury Time", Heboh SPMB Sekolah Maung Jabar 2026 Memanas!

H-1 Pengumuman Sekolah Maung, akun Instagram Disdik Jabar digeruduk orang tua yang kecewa. (Foto: tangkapan layar) 
Editor: Yogie Ardhi

GEBRAK.ID;BANDUNG – Badai protes melanda pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Sekolah Manusia Unggul (Maung) Jawa Barat (Jabar) tahun ajaran 2026/2027. Sebuah ungguhan akun resmi Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar yang memberikan motivasi justru dibanjiri amarah orang tua karena adanya kejanggalan perubahan skor secara drastis di menit-menit akhir jelang pengumuman kelulusan. 

Berdasarkan pantauan di media sosial, Minggu (7/6/2026), unggahan akun @disdikjabar mengumumkan bahwa pendaftaran untuk calon siswa yang belum lulus di Sekolah Maung masih dapat dilakukan hingga pukul 00.00 WIB melalui laman spmb.jabarprov.go.id. Namun, kolom komentar unggahan tersebut tidak dipenuhi semangat, melainkan luapan kekecewaan para wali murid.

"Dari tanggal 3 Juni sudah ada pemberitahuan, yang daftar Maung bisa daftar ke PCMB. Ini gimana? Kasian anak-anak yang di PCMB pada kegeser," tulis salah satu warganet, diikuti puluhan like dari orang tua lain yang bernasib sama.

Polemik "Skor Jatuh" di Ujung Waktu

Inti permasalahan yang memicu amarah publik adalah perubahan bobot nilai (skor) yang terjadi secara tiba-tiba setelah proses verifikasi berakhir, khususnya untuk jalur prestasi non-akademik Ketua OSIS.

Seorang orang tua bernama Shopie Meilani, yang videonya viral, mengaku shock karena poin anaknya berkurang hingga 51 poin hanya dalam hitungan jam. 

"Pada 2 Juni pukul 00.00 WIB (akhir verifikasi), posisi anak saya masih di urutan 64 (aman kuota). Per 4 Juni pagi, poinnya berkurang hampir 51 poin," ujar Shopie yang dilansir Tribunjabar.id, Jumat (5/6/2026).

Penurunan drastis ini ternyata dialami oleh banyak pendaftar dengan posisi rawan di peringkat 50 ke bawah. Para orang tua menduga adanya perubahan petunjuk teknis (Juknis) di injury time (waktu tambahan) yang mengakibatkan bobot prestasi Ketua OSIS yang semula disetarakan Juara 1 Nasional (skor 305) diturunkan menjadi setara Juara 1 Provinsi (skor 220).

Klarifikasi Disdik Jabar dan Sorotan Tajam DPRD

Menanggapi polemik yang kian meluas ini, Dinas Pendidikan Jawa Barat akhirnya buka suara. Melalui klarifikasi resmi, Disdik menegaskan bahwa tidak ada pemotongan skor secara sepihak.

"Perubahan angka yang terjadi merupakan bagian dari proses sinkronisasi data dan update data riil agar penilaian mutlak berbasis aturan hukum," demikian pernyataan Disdik, mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor: 27274/HK.02.03/SEKRE.

Disdik menjelaskan bahwa sistem sempat salah membaca bobot sertifikat, yang kemudian disesuaikan setelah verifikasi fisik dokumen. 

Meskipun demikian, penjelasan ini dinilai tidak cukup oleh para pemerhati pendidikan. Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menyoroti sistem aplikasi yang dirancang terburu-buru sehingga memicu kebingungan di masyarakat. Pihaknya berencana memanggil Disdik Jabar untuk memastikan transparansi seleksi.

Opsi Lanjutan dan Jadwal Pendaftaran

Bagi calon siswa yang tidak lolos atau terdampak polemik seleksi Sekolah Maung, pemerintah provinsi membuka opsi pendaftaran di SPMB Tahap 1 untuk sekolah reguler.

Berdasarkan jadwal resmi, pendaftaran untuk Jalur Domisili akan dibuka pada 15-19 Juni 2026 . Kuota untuk jalur favorit ini adalah 35 persen untuk SMA Negeri dan 10 persen untuk SMK Negeri.

Dengan persaingan yang ketat (memperebutkan 18.272 kursi dari total 64.405 pendaftar di Sekolah Maung), orang tua diimbau untuk segera menyiapkan berkas guna mengikuti tahapan selanjutnya.

(berbagai sumber)