Tak Hanya Sekolah Negeri, Sekolah Swasta di Kaltim Kini Ikut Nikmati Program Revitalisasi Pendidikan

Kemendikdasmen melakukan peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 sekaligus penyerahan simbolis bantuan revitalisasi tahun 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

BALIKPAPAN – Program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi sekolah-sekolah di Kalimantan Timur. Menariknya, manfaat program ini tidak hanya dirasakan sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta dan lembaga pendidikan nonformal yang selama ini turut berperan dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Komitmen pemerataan kualitas pendidikan tersebut kembali ditegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 sekaligus penyerahan simbolis bantuan revitalisasi tahun 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam dua tahun pelaksanaan program, sebanyak 123 satuan pendidikan di Kalimantan Timur telah menerima bantuan revitalisasi. Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar, sekolah menengah, sekolah luar biasa, hingga pusat kegiatan belajar masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan revitalisasi menjadi bagian penting dari strategi pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kurikulum maupun kompetensi guru, tetapi juga oleh kondisi sarana dan prasarana yang digunakan peserta didik setiap hari.

“Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan melalui penguatan kurikulum dan kompetensi guru, tetapi juga melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar kegiatan belajar dapat berlangsung secara optimal,” ujar Abdul Mu’ti saat menghadiri kegiatan tersebut di Balikpapan, Jumat (5/6/2026).

Pada tahun 2025, pemerintah merealisasikan revitalisasi untuk 102 satuan pendidikan di Kalimantan Timur. Jumlah tersebut terdiri dari 3 PAUD, 37 SD, 24 SMP, 16 SMA, 17 SMK, 4 SLB, dan 1 PKBM. Sementara pada 2026, bantuan revitalisasi kembali diberikan kepada 21 satuan pendidikan yang terdiri atas 5 PAUD, 4 SD, 5 SMP, 5 SMA, dan 2 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Dalam kesempatan itu, Mendikdasmen menyerahkan bantuan revitalisasi secara simbolis kepada perwakilan penerima sekaligus menandatangani prasasti sebagai penanda selesainya sejumlah proyek revitalisasi yang telah dikerjakan sepanjang 2025.

Dukungan pemerintah pusat tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. Ia menilai pembangunan sarana pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan, terutama saat Kalimantan Timur diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan nasional.

Menurut Rudy, perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan di daerahnya semakin terlihat melalui berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan sekolah.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen. Pendidikan di Kalimantan Timur mendapatkan perhatian yang sangat besar dan hadir dalam berbagai program nyata. Pada tahun 2025 dan 2026, mendapatkan ruang kelas baru, fasilitas tambahan lain yang tentunya akan membangun masa depan anak-anak kita,” ujar Rudy.

Salah satu sekolah yang merasakan langsung manfaat program tersebut adalah SMP Ibnu Hajar Comprehensive Balikpapan. Revitalisasi yang dilakukan di sekolah tersebut menghadirkan perubahan signifikan, terutama pada fasilitas laboratorium yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Guru Informatika SMP Ibnu Hajar Comprehensive Balikpapan, Rezki Angraeni, mengungkapkan bahwa hadirnya fasilitas baru membawa semangat baru bagi seluruh warga sekolah.

“Dengan adanya revitalisasi satuan pendidikan yang kami rasakan saat ini justru menghadirkan semangat yang baru bagi sekolah kami. Penggunaan laboratorium menjadi lebih maksimal karena juga didukung sumber pembelajaran yang sangat memadai, sehingga siswa maupun guru merasa terbantu,” kata Rezki.

Tak hanya laboratorium, sejumlah fasilitas pendukung seperti toilet dan sarana penunjang lainnya juga mengalami peningkatan kualitas. Kondisi tersebut dinilai membuat lingkungan belajar menjadi lebih nyaman dan mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.

Hal senada disampaikan Kepala SMP Ibnu Hajar Comprehensive Balikpapan, Rizki Aditya Akbar. Ia menilai program revitalisasi menjadi bukti bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya berfokus pada sekolah negeri maupun wilayah tertentu, tetapi menjangkau berbagai daerah termasuk sekolah swasta di luar Pulau Jawa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dan Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu'ti, atas komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Kami juga berkomitmen menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya sebagai amanah untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa,” ujar Rizki.

Menurut Rizki, pembangunan laboratorium baru memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk bereksperimen, berinovasi, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Program revitalisasi yang menjangkau sekolah swasta menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menghadirkan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh anak Indonesia. Melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, peserta didik diharapkan dapat memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal, tanpa membedakan status penyelenggara sekolah.

(Sumber: Humas Kemendikdasmen)