Editor: A. Rayyan K
Pesawat utilitas ringan bermesin tunggal, PAC P750. (Foto ilustrasi: Airport Technology)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Kecelakaan udara tragis kembali terjadi di Amerika Serikat. Sebuah pesawat yang digunakan untuk aktivitas terjun payung dilaporkan jatuh sesaat setelah lepas landas dari dekat Bandara Butler Memorial, Negara Bagian Missouri, Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Seluruh 12 orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan meninggal dunia.
Insiden tersebut kini menjadi perhatian otoritas penerbangan Amerika Serikat yang langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan keterangan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA), pesawat yang mengalami kecelakaan merupakan Pacific Aerospace P750, jenis pesawat yang umum digunakan untuk kegiatan penerjunan payung.
Pesawat nahas itu dilaporkan jatuh sekitar pukul 16.35 GMT atau 23.35 WIB ketika sedang melakukan proses lepas landas dari Bandara Butler Memorial. Hingga kini, belum diketahui secara pasti faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali dan jatuh.
FAA menjelaskan bahwa pada saat kejadian, pesawat tersebut tidak berada dalam layanan pengendalian lalu lintas udara (air traffic control) sehingga komunikasi penerbangan berlangsung secara terbatas.
Sheriff Wilayah Bates, Chad Anderson, mengatakan aparat langsung mengerahkan tim darurat ke lokasi setelah menerima laporan kecelakaan. Menurutnya, insiden tersebut ditangani sebagai peristiwa dengan korban jiwa dalam jumlah besar.
"Pesawat tersebut lepas landas, dan pada suatu titik kemudian terjatuh," kata Anderson kepada media setempat.
Anderson menambahkan, kawasan bandara serta sejumlah ruas jalan di sekitar lokasi kemungkinan akan ditutup setidaknya selama dua hari guna mendukung proses investigasi dan evakuasi.
Tidak Terkait Terorisme
Di tengah berbagai spekulasi yang muncul, Anderson menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tindak kriminal maupun aksi terorisme yang berkaitan dengan kecelakaan tersebut. "Hal ini kemungkinan merupakan sebuah kecelakaan," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus memastikan bahwa penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kecelakaan penerbangan biasa.
Meski awalnya pihak kepolisian tidak mengungkap jumlah korban secara rinci dan hanya menyebut kurang dari 20 orang, FAA kemudian memastikan bahwa terdapat 12 orang di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi. Seluruh penumpang dan awak pesawat dilaporkan tidak selamat.
NTSB Pimpin Investigasi
Penyelidikan kecelakaan kini berada di bawah koordinasi Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB). Tim investigasi diperkirakan akan memeriksa kondisi bangkai pesawat, riwayat perawatan, cuaca saat kejadian, hingga kemungkinan adanya gangguan teknis sebelum pesawat jatuh.
NTSB juga akan bekerja sama dengan FAA untuk mengumpulkan data penerbangan dan keterangan saksi di lokasi kejadian.
Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan sipil yang menyita perhatian di Amerika Serikat pada 2026, terutama karena melibatkan pesawat penerjun payung dan menewaskan seluruh penumpang di dalamnya.
Hingga berita ini diturunkan, identitas para korban belum diumumkan secara resmi kepada publik. Otoritas setempat masih berupaya memberikan informasi kepada keluarga korban sebelum merilis data lebih lanjut.
(Sumber: Anadolu)