Tragedi Kebakaran Maut di Tanah Abang: 1 Korban Tewas, 5 Luka Bakar, Diduga karena Korsleting

Kebakaran menewaskan satu orang melanda Cideng Jakarta Pusat pada Jumat (5/6/2026) dini hari WIB. (Foto: istimewa) 
Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kebakaran hebat melawan permukiman padat penduduk di kawasan Jalan Citarum, Cideng, tepatnya di dekat parkiran Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada dini hari tadi. Insiden ini tidak hanya menyebabkan kerugian materi, tetapi juga memakan korban jiwa.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.48 WIB itu diduga dipicu oleh korsleting listrik atau hubungan arus pendek, menyebabkan kepanikan warga yang masih terlelap tidur .

Satu Meninggal, Lima Dirawat di RS Tarakan

Kantor Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kepala Seksi Operasional Gulkarmat Jakarta Pusat, Triyanto, menjelaskan bahwa api yang membesar dengan cepat menyulitkan sebagian warga untuk menyelamatkan diri.

"Dalam kejadian ini, 5 orang mengalami luka bakar ringan, sementara 1 orang dinyatakan meninggal dunia," ujar Triyanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/6/2026) .

Kelima korban luka bakar tersebut saat ini telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk mendapatkan perawatan intensif. Identitas korban tewas masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian setempat.

Gangguan KRL dan Kepadatan di Stasiun

Dekatnya lokasi kebakaran dengan infrastruktur perkeretaapian membuat perjalanan KRL Commuter Line mengalami gangguan signifikan. Pihak PT KAI Commuter Line memutuskan untuk menghentikan sementara operasional kereta di lintas Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Duri demi alasan keamanan.

Keputusan ini menyebabkan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun penyangga seperti Stasiun Tambun, Bekasi, dan Cakung. "Operasional untuk sementara menunggu hingga kondisi jalur dinyatakan aman oleh petugas di lapangan," tulis manajemen KAI Commuter Line melalui akun resmi media sosialnya. 

Hingga pukul 08.00 WIB, sebagian jalur mulai dibuka bertahap, namun jadwal kereta masih mengalami keterlambatan.

Puluhan Jiwa Mengungsi

Selain korban luka dan meninggal, sedikitnya 10 Kepala Keluarga (KK) dengan total 35 jiwa terdampak langsung dan kehilangan tempat tinggal. Mereka saat ini mengungsi di masjid terdekat serta posko-posko yang didirikan oleh aparat kelurahan setempat.

"Data sementara ada 10 KK terdampak, kemungkinan akan bertambah karena petugas masih melakukan pendataan di lokasi," tambah petugas di lokasi kejadian .

Respons Petugas dan Himbauan Warga

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan kekuatan besar untuk menjinakkan si jago merah. Total ada 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 88 personel yang dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan setelah beberapa jam berjibaku dengan api yang sempat membesar karena padatnya bangunan liar di sekitar rel kereta. 

(berbagai sumber)