Tragis! Perempuan di Maluku Utara Tewas Ditelan Piton 7,8 Meter, Suami Langsung Tebas Ular

Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Seorang perempuan bernama Elisabet Yamalau (44 tahun) ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban serangan ular piton sepanjang 7,8 meter di kawasan hutan Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat. (Foto: tangkapan layar video)

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA – Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Seorang perempuan bernama Elisabet Yamalau (44 tahun) ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban serangan ular piton sepanjang 7,8 meter di kawasan hutan Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat.

Korban diketahui pergi seorang diri ke kebun pada Selasa (9/6/2026) sore untuk memindahkan sapi. Namun hingga menjelang malam, Elisabet tak kunjung kembali ke rumah sehingga membuat keluarganya khawatir.

Kapolres Pulau Taliabu AKBP Adnan Wahyu Kashogi menjelaskan, korban berangkat ke kebun sekitar pukul 15.30 WIT. Lokasi kebun tersebut berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya.

"Suami korban merasa khawatir karena hingga pukul 18.15 WIT korban belum pulang. Ia kemudian menyusul ke kebun untuk memastikan kondisi istrinya," ujar Adnan.

Setibanya di lokasi, suami korban, Benyamin Lanto (52), dikejutkan oleh pemandangan mengerikan. Ia mendapati seekor ular piton berukuran sekitar 7,8 meter sedang menelan sebagian tubuh istrinya.

Dalam kondisi panik, Benyamin berusaha menyelamatkan korban dengan peralatan yang ada di sekitar lokasi. Ia kemudian menebas kepala ular tersebut untuk menghentikan serangan dan mengeluarkan tubuh istrinya dari lilitan serta mulut reptil raksasa itu.

"Melihat kejadian tersebut, suaminya langsung berupaya menyelamatkan korban dengan cara memotong kepala ular menggunakan alat yang tersedia," kata Adnan.

Meski berhasil mengeluarkan tubuh korban dari lilitan ular, nyawa Elisabet tidak dapat diselamatkan. Saat dievakuasi, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

"Setelah berhasil dievakuasi, korban diketahui sudah meninggal dunia di lokasi kejadian," lanjut Adnan.

Peristiwa ini sontak menggemparkan warga setempat. Kejadian serangan ular piton terhadap manusia memang tergolong langka, namun beberapa kasus serupa pernah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya daerah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan dan habitat alami reptil tersebut.

Ular piton merupakan salah satu predator terbesar yang hidup di Indonesia. Reptil ini tidak berbisa, tetapi membunuh mangsanya dengan cara melilit hingga korban kehabisan napas sebelum ditelan secara utuh.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang beraktivitas di area perkebunan, ladang, maupun hutan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bekerja seorang diri. Warga juga diminta segera melapor kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan ular berukuran besar di sekitar permukiman maupun lahan pertanian.

Tragedi yang menimpa Elisabet menjadi pengingat bahwa potensi konflik antara manusia dan satwa liar masih menjadi ancaman di sejumlah daerah, terutama wilayah yang berdekatan dengan habitat alami hewan buas.

(Sumber: Detik)