Ubed Tersandung di Semifinal, Mimpi All Indonesian Final Australian Open 2026 Pupus

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed. (Foto: PBSI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; SYDNEY – Harapan pecinta bulu tangkis Indonesia untuk menyaksikan final sesama wakil Merah Putih di Australian Open 2026 akhirnya harus kandas. Meski Alwi Farhan berhasil mengamankan tiket ke partai puncak, langkah Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed terhenti di babak semifinal setelah kalah dalam pertarungan sengit melawan wakil China.

Hasil tersebut membuat peluang terciptanya All Indonesian Final di sektor tunggal putra Australian Open 2026 sirna. Namun, Indonesia tetap memiliki peluang besar membawa pulang gelar melalui Alwi yang tampil meyakinkan sepanjang turnamen.

Bertanding di Quaycentre, Sydney, Sabtu (13/6/2026), Alwi Farhan lebih dulu memastikan langkah ke final setelah menyingkirkan wakil Hong Kong, Jason Gunawan, dalam pertandingan tiga gim dengan skor 21-11, 17-21, 21-9.

Unggulan ketiga itu tampil dominan pada gim pertama. Serangan agresif dan permainan cepat yang diperagakannya membuat Jason kesulitan mengembangkan permainan hingga Alwi menutup gim pembuka dengan kemenangan telak.

Namun situasi berubah pada gim kedua. Beberapa kesalahan sendiri membuat ritme permainan Alwi menurun. Momentum tersebut berhasil dimanfaatkan Jason untuk merebut gim kedua dan memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Beruntung, Alwi mampu bangkit pada gim ketiga. Dengan permainan yang lebih disiplin dan minim kesalahan, pebulu tangkis muda Indonesia itu kembali mendominasi pertandingan sebelum akhirnya mengunci kemenangan 21-9.

Usai laga, Alwi mengaku bersyukur dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya di tengah jadwal turnamen yang padat dalam beberapa pekan terakhir.

“Terima kasih ya Allah, alhamdulillah saya berada di sini karena berkat Tuhan Yang Maha Esa. Saya hanya menjalankan tugas saya memberikan yang terbaik untuk Indonesia, saya pasrahkan hasilnya kepada Tuhan,” ujar Alwi.

Ubed Gagal Menyusul

Di sisi lain, harapan menghadirkan duel sesama pemain Indonesia di final pupus setelah Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melewati adangan pebulu tangkis China, Dong Tian Yao.

Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung ketat, Ubed harus mengakui keunggulan lawannya melalui rubber game dengan skor 19-21, 21-9, 18-21.

Sejak awal gim pertama, Ubed sebenarnya tampil cukup berani. Pebulu tangkis muda yang menjadi salah satu andalan masa depan Indonesia itu mampu memancing Dong Tian Yao bermain di area depan net dan mengimbangi kecepatan lawan yang memiliki postur tubuh lebih tinggi.

Pertandingan berlangsung sengit dengan reli-reli panjang yang menguras stamina kedua pemain. Setelah kehilangan gim pertama, Ubed menunjukkan respons luar biasa pada gim kedua. Ia tampil dominan dan berhasil menang telak 21-9 untuk menyamakan kedudukan.

Sayangnya, pada gim penentuan, Dong Tian Yao mampu tampil lebih konsisten dalam memanfaatkan peluang. Ubed terus memberikan perlawanan hingga poin-poin akhir, tetapi akhirnya harus menyerah dengan skor 18-21.

Kekalahan tersebut menghentikan langkah Ubed di semifinal sekaligus menggagalkan skenario final sesama wakil Indonesia.

Meski demikian, pencapaian dua tunggal putra Indonesia yang mampu menembus semifinal menjadi sinyal positif bagi regenerasi bulu tangkis nasional. Kini, harapan Merah Putih bertumpu pada Alwi Farhan yang akan berjuang di partai final untuk membawa pulang gelar Australian Open 2026.

(Sumber: PBSI)