GEBRAK.ID, ASSEN – Harapan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk meraih hasil gemilang di Moto3 Belanda 2026 harus berakhir lebih cepat. Saat sedang bersaing di barisan depan, rider Honda Team Asia itu mengalami kecelakaan pada lap kedelapan dan gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Assen, Minggu (28/6/2026).
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Veda yang sebenarnya tampil impresif sejak awal lomba. Memulai balapan dari posisi ketujuh (P7), pembalap berusia 17 tahun itu mampu menunjukkan daya saingnya melawan para pebalap papan atas Moto3.
Selepas start, Veda sempat turun ke posisi kesembilan pada akhir lap pertama. Namun, ia perlahan bangkit dan mulai menyalip satu per satu rivalnya.
Memasuki lap ketiga, Veda sudah berhasil merangsek ke posisi lima besar. Tak butuh waktu lama, ia kembali meningkatkan kecepatannya hingga menembus posisi ketiga sebelum lap tersebut berakhir.
Momentum positif berlanjut pada lap keempat. Veda sukses melewati Maximo Quiles dan naik ke posisi kedua. Saat itu, pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tersebut bahkan terlibat duel sengit dengan David Almansa dalam perebutan posisi terdepan.
Aksi berani Veda mendapat perhatian karena mampu bersaing dengan para pebalap yang lebih berpengalaman. Ia beberapa kali menunjukkan keberanian saat mengerem di tikungan dan menjaga ritme balapan di kelompok terdepan.
Namun, persaingan ketat mulai memengaruhi posisinya memasuki lap ketujuh. Maximo Quiles dan Hakim Danish berhasil menyalip Veda sehingga ia turun ke posisi keempat.
Situasi semakin sulit ketika Veda kembali kehilangan beberapa posisi dan melorot hingga peringkat kedelapan menjelang akhir lap ketujuh.
Petaka akhirnya datang pada lap kedelapan. Saat berusaha mempertahankan kecepatannya, Veda kehilangan kendali atas motornya dan terjatuh.
Motor Honda yang dikendarainya tergelincir di lintasan sehingga ia tidak dapat melanjutkan balapan. Insiden tersebut memaksa Veda masuk ke area pit dan dinyatakan gagal finis (DNF).
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan maupun kondisi fisik Veda usai insiden tersebut. Namun, pembalap Indonesia itu terlihat mampu bangkit setelah terjatuh.
Sementara itu, persaingan di barisan depan tetap berlangsung sengit hingga lap terakhir. Maximo Quiles akhirnya keluar sebagai pemenang setelah berhasil mempertahankan keunggulan tipis atas David Almansa yang finis di posisi kedua.
Podium ketiga menjadi milik Morelli, disusul Perroni di posisi keempat dan Salmela di urutan kelima. Sementara Hakim Danish, yang sempat bersaing di kelompok depan, harus puas mengakhiri balapan di posisi kesembilan.
Meski gagal menyelesaikan balapan di Assen, penampilan Veda sebelum mengalami crash menunjukkan perkembangan positif. Ia mampu bersaing memperebutkan posisi terdepan dan kembali membuktikan potensinya sebagai salah satu talenta muda Indonesia yang layak diperhitungkan di ajang Moto3 musim 2026.
(Sumber: MotoGP)
