Zverev Tersingkir di Kandang Sendiri, Taylor Fritz Melaju ke Final ATP 500 Halle Usai Pertempuran Sengit Tiga Set

Petenis Jerman, Alexander Zverev, mengalami kesulitan fisik saat bertanding pada babak semifinal Terra Wortmann Open 2026 melawan petenis Amerika Serikat (AS) Taylor Fritz, di Halle, Jerman, Sabtu (20/6/2026). (Foto: Terra Wortmann Open)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Petenis tunggal putra Jerman, Alexander Zverev, harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di ajang Terra Wortmann Open 2026 setelah takluk dari petenis Amerika Serikat (AS) Taylor Fritz pada babak semifinal, Sabtu (20/6/2026) waktu setempat.

Dalam pertandingan yang berlangsung ketat di lapangan rumput Halle, Fritz memastikan kemenangan dramatis tiga set dengan skor 6-7(4), 6-4, 7-5. Kemenangan ini sekaligus memperpanjang dominasi Fritz atas Zverev dalam beberapa pertemuan terakhir.

“Saya merasa telah memainkan tie-break yang bagus di set pertama, dan saya merasa sedikit kurang beruntung dengan pantulan bola,” ujar Fritz seusai laga di Helle, Jerman, dikutip dari ATP.

Dominasi Fritz atas Zverev

Kemenangan ini menandai kemenangan ketujuh beruntun Taylor Fritz atas Zverev, sekaligus membuat rekor head to head keduanya berubah menjadi 10-5 untuk keunggulan petenis asal Amerika Serikat tersebut.

Pertandingan semifinal itu berlangsung selama 2 jam 39 menit dan diwarnai performa servis impresif dari Fritz yang mencatat 19 ace serta memenangkan 87 persen poin dari servis pertamanya. Hasil tersebut sekaligus memutus rekor 10 kemenangan beruntun Zverev di berbagai turnamen sebelumnya.

Zverev datang ke turnamen ini dengan status juara Roland Garros 2026, namun kali ini terlihat tidak dalam kondisi terbaik. Ia bahkan sempat mendapatkan perawatan medis di tengah pertandingan akibat masalah fisik yang mengganggu ritmenya.

Fritz di Ambang Gelar di Rumput

Dengan kemenangan ini, Fritz kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih gelar keenamnya di lapangan rumput. Ia juga tercatat sebagai salah satu petenis aktif tersukses di permukaan tersebut, hanya kalah dari Novak Djokovic dalam jumlah gelar di era modern.

Fritz mengakui bahwa persaingan di Halle musim ini sangat ketat, meski beberapa nama besar absen.

“Saya tahu minggu ini persaingannya sangat ketat. Saya merasa bahwa jika saya bermain bagus di lapangan rumput, kekuatan persaingan tidak terlalu penting,” kata Fritz.

Langkah Fritz di Halle juga mempertegas konsistensinya musim ini. Ia menjadi petenis kedua sejak 2015 yang mampu menembus final Stuttgart dan Halle dalam satu musim, menyamai pencapaian sejumlah legenda tenis dunia.

Final Sesama Amerika di Depan Mata

Di partai puncak, Fritz akan menghadapi sesama petenis Amerika Frances Tiafoe yang lebih dulu memastikan tempat di final setelah menyingkirkan Daniel Altmaier dengan skor meyakinkan 6-1, 6-3.

Tiafoe datang ke final dengan modal kuat, termasuk kemenangan dramatis di perempat final ketika ia menyelamatkan tiga match point melawan Felix Auger-Aliassime. Ini menjadi final ATP 500 keduanya tahun ini setelah sebelumnya tampil di Acapulco.

Pertemuan Fritz dan Tiafoe di final Halle 2026 dipastikan menjadi sorotan, sekaligus menandai dominasi petenis AS di turnamen lapangan rumput tersebut. Dalam catatan sejarah, ini juga menjadi salah satu final sesama Amerika yang cukup langka di ajang ATP 500 Halle.

Dengan performa keduanya yang sama-sama sedang menanjak, laga final diprediksi berlangsung ketat dan penuh adu strategi di atas rumput cepat Jerman.

(Foto: ATP Tour)