10 Paspor Terkuat di Dunia 2026 Versi Global Index, Indonesia di Peringkat 119

 

Global Passport Index 2026 rilis, Swedia terkuat. Indonesia peringkat 119, dinilai dari mobilitas, investasi, & kualitas hidup." ( Foto: Pinterest) 

Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA - Global Passport Index 2026 resmi dirilis pada Selasa (30/6/2026), mengungkap daftar paspor terkuat di dunia dengan pendekatan penilaian yang lebih komprehensif. Berbeda dari indeks sejenis, pemeringkatan ini tidak hanya mengandalkan akses bebas visa, tetapi juga mempertimbangkan daya tarik investasi dan kualitas hidup di negara penerbit paspor. 

Dalam laporan yang disusun oleh Global Citizen Solutions, sebuah firma konsultan residensi dan kewarganegaraan, Swedia berhasil mempertahankan posisi puncak sebagai pemilik paspor terkuat di dunia dengan skor gabungan 96,05 dari 100.

Dominasi Eropa di 10 Besar

Hasil pemeringkatan menunjukkan dominasi yang sangat kuat dari negara-negara Eropa. Dari 10 besar, sembilan di antaranya adalah negara Eropa, dengan Singapura menjadi satu-satunya wakil dari luar benua Biru yang berhasil menembus jajaran teratas. 

Berikut daftar lengkap 10 paspor terkuat di dunia versi Global Passport Index 2026 :

1. Swedia - Skor 96,05

2. Swiss - Skor 94,8

3. Finlandia - Skor 94,4

4. Jerman - Skor 94,3

5. Belanda - Skor 93,7 (peringkat bersama)

6. Denmark - Skor 93,7 (peringkat bersama)

7. Irlandia - Skor 93,2

8. Inggris - Skor 92,9

9. Norwegia - Skor 92,8

10. Singapura - Skor 92,5

Swedia unggul karena kombinasi nilai yang kuat di tiga pilar penilaian. Negara Skandinavia ini berada di peringkat ke-11 untuk mobilitas, ke-9 untuk investasi, dan ke-2 untuk kualitas hidup . Sementara itu, Singapura yang memimpin dalam kategori mobilitas dan investasi harus puas di posisi ke-10 karena peringkatnya yang jauh lebih rendah (ke-115) dalam kualitas hidup .

Metodologi Penilaian yang Berbeda

Global Passport Index menggunakan pendekatan yang lebih luas dibandingkan Henley Passport Index yang hanya menghitung jumlah akses bebas visa. Indeks ini menilai kekuatan paspor berdasarkan tiga pilar utama dengan bobot berbeda :

1. Enhanced Mobility Index (50%): Tidak hanya menghitung jumlah negara yang dapat dikunjungi tanpa visa, tetapi juga mempertimbangkan daya tarik destinasi tersebut berdasarkan kualitas hidup dan stabilitasnya .

2. Investment Index (25%): Mengukur daya saing ekonomi, lingkungan bisnis, kekuatan ekonomi nasional, dan tingkat pajak pribadi di negara penerbit paspor .

3. Quality of Living Index (25%): Menilai aspek kualitas hidup seperti layanan kesehatan, keamanan, infrastruktur sosial, iklim, dan tingkat kebebasan .

Posisi Indonesia dan Kesenjangan Global

Dalam pemeringkatan ini, Indonesia berada di peringkat ke-119 dari 197 negara dan wilayah yang dinilai . Posisi ini sangat kontras dengan peringkat Indonesia di Henley Passport Index yang menempatkan Tanah Air di peringkat ke-64 dengan 73 akses bebas visa. 

Peringkat Indonesia di Global Passport Index 2026 mencerminkan penilaian yang mencakup tiga pilar: memperoleh nilai 117 untuk mobilitas, 104 untuk investasi, dan 104 untuk kualitas hidup. Hasil ini menunjukkan bahwa kekuatan paspor tidak hanya ditentukan oleh kemudahan bepergian ke luar negeri, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, iklim investasi, serta kualitas hidup di negara asal. 

Laporan ini juga menyoroti kesenjangan kekuatan paspor dunia yang semakin melebar. Swedia dengan skor 96,05 berada 72,95 poin di atas Afghanistan yang menduduki posisi terakhir dengan skor 23,10. Global Citizen Solutions menyatakan bahwa perbedaan ini bukan sekadar anomali pascapandemi, melainkan kondisi struktural yang semakin menguat. 

Di sisi lain, Amerika Serikat mencatatkan penurunan paling tajam di antara negara G7, turun dari posisi pertama pada 2021 ke peringkat ke-12 pada 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh merosotnya peringkat mobilitas AS dari posisi ke-10 menjadi ke-41

( berbagai sumber)