![]() |
| Enam Puskesmas di Kota Bogor kini melayani 24 jam untuk layanan darurat awal. Cek daftar lokasi dan manfaatnya bagi warga. (Foto: Wikipedia) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan menghadirkan layanan Puskesmas 24 jam di enam lokasi. Kebijakan ini diharapkan memudahkan warga mendapatkan penanganan medis awal kapan saja sekaligus mengurangi kepadatan pasien di instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan tingkat pertama agar masyarakat tetap memperoleh pemeriksaan medis meski di luar jam operasional puskesmas reguler.
"Layanan 24 jam ini bertujuan mengurangi kasus false emergency di rumah sakit dan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat," ujar Erna, Jumat (10/7/2026).
Daftar Puskesmas 24 Jam di Kota Bogor
Saat ini terdapat enam puskesmas yang melayani masyarakat selama 24 jam, yaitu:
Puskesmas Bogor Tengah
Puskesmas Bogor Timur
Puskesmas Tanah Sareal
Puskesmas Pasir Mulya
Puskesmas Cipaku
Satu puskesmas lainnya yang masih dalam tahap persiapan operasional.
Menurut Erna, setiap puskesmas yang beroperasi selama 24 jam dilengkapi tenaga kesehatan dan dokter jaga untuk memberikan pemeriksaan awal terhadap pasien yang datang pada malam hari maupun dini hari.
Mengurangi Pasien False Emergency di Rumah Sakit
Dinkes Kota Bogor menjelaskan keberadaan puskesmas 24 jam juga bertujuan menekan kasus false emergency, yakni kondisi pasien yang datang ke IGD rumah sakit meskipun tidak termasuk keadaan gawat darurat yang membutuhkan penanganan segera.
Dengan adanya dokter di puskesmas, pasien dapat menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Bila kondisinya memerlukan penanganan lanjutan, tenaga medis akan memberikan rujukan sesuai prosedur ke rumah sakit.
Langkah ini juga diharapkan membuat pelayanan di IGD lebih optimal bagi pasien dengan kondisi darurat yang benar-benar membutuhkan tindakan cepat.
Capaian Cek Kesehatan Gratis Tertinggi di Jawa Barat
Selain memperluas layanan puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga mencatat capaian tinggi dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu program nasional Kementerian Kesehatan.
Sepanjang 2025, program tersebut berhasil menjangkau hampir 530 ribu penduduk atau sekitar 49 persen dari target sasaran, melampaui target awal sebesar 36 persen.
Sementara pada 2026, Pemkot Bogor menargetkan cakupan pemeriksaan kesehatan mencapai 46 persen. Hingga awal Juli 2026, realisasinya telah mencapai sekitar 39 persen.
Menurut Erna, Dinkes terus memperluas pelaksanaan CKG melalui berbagai komunitas, instansi pemerintah, hingga kelompok masyarakat agar semakin banyak warga melakukan deteksi dini kondisi kesehatannya.
Hipertensi hingga Diabetes Masih Mendominasi
Hasil skrining kesehatan menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi persoalan utama di Kota Bogor. Tiga penyakit yang paling banyak ditemukan ialah:
Hipertensi
Diabetes melitus
Obesitas
Dinkes Kota Bogor menilai sebagian besar kasus tersebut dipengaruhi pola hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, rendahnya konsumsi buah dan sayur, serta kebiasaan merokok.
Temuan tersebut sejalan dengan berbagai laporan Kementerian Kesehatan yang menyebut penyakit tidak menular kini menjadi penyebab utama beban kesehatan masyarakat Indonesia. Karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi.
Pemerintah Kota Bogor mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Puskesmas 24 jam apabila membutuhkan pemeriksaan kesehatan di luar jam pelayanan reguler, sehingga penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan.
( sumber: antara)
