Anggaran MBG Bakal Dipangkas Lagi, Purbaya: Efisiensi Besar-besaran Atas Perintah Prabowo

 

Pemerintah bakal memangkas lagi anggaran MBG. Menkeu Purbaya menyebut efisiensi besar-besaran dilakukan atas arahan Presiden Prabowo. ( Foto: tangkapan layar) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah berencana kembali memangkas anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun anggaran 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari efisiensi besar-besaran yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto agar pelaksanaan program menjadi lebih efektif.

Dalam wawancara di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang Kamis (2/7), Purbaya mengungkapkan alokasi anggaran MBG yang semula dirancang sekitar Rp330 triliun telah diturunkan menjadi sekitar Rp270 triliun. Bahkan, menurutnya, nominal tersebut masih berpotensi kembali dipangkas.

"Jadi kalau tadinya kita alokasikan Rp330 triliun, turun ke Rp270 triliun, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden," ujar Purbaya.

Meski anggarannya diperkecil, pemerintah memastikan program unggulan tersebut tetap akan berjalan. Fokus utama pemerintah kini adalah meningkatkan efisiensi belanja sehingga manfaat yang diterima masyarakat tetap optimal tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. 

Sebelumnya, Purbaya juga telah beberapa kali menyampaikan bahwa masih terdapat ruang penghematan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, efisiensi dilakukan bukan dengan menghentikan program, melainkan memperbaiki tata kelola, mekanisme belanja, serta pelaksanaan di lapangan agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran. 

Pada Maret lalu, Purbaya mengungkapkan Badan Gizi Nasional (BGN) sempat mengusulkan efisiensi yang berpotensi menghemat sekitar Rp40 triliun per tahun. Salah satu skenario yang sempat dibahas adalah mengurangi hari operasional distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah dan BGN. 

Dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026, Purbaya juga mengungkapkan realisasi anggaran MBG hingga akhir April mencapai sekitar Rp75 triliun atau sekitar 22,4 persen dari pagu awal Rp335 triliun. Saat itu, ia menegaskan pagu program telah disesuaikan menjadi sekitar Rp268 triliun sesuai arahan Presiden dan masih terbuka peluang efisiensi lanjutan. 

Menurut Purbaya, langkah efisiensi dilakukan agar dana yang dikelola BGN dapat dimanfaatkan secara lebih produktif. Pemerintah ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi puluhan juta penerima program MBG.

Ia pun menegaskan dukungan pemerintah terhadap program tersebut tidak berubah. Justru melalui pembenahan tata kelola dan efisiensi, pelaksanaan MBG diharapkan menjadi lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara. 

( berbagai sumber)