GEBRAK.ID – Petenis nomor satu dunia Jannik Sinner menunjukkan kelasnya di panggung Wimbledon 2026. Bintang asal Italia itu tampil impresif dengan menyingkirkan Novak Djokovic melalui kemenangan telak tiga set langsung 6-4, 6-4, 6-4 pada semifinal yang berlangsung di Centre Court, Sabtu (11/7/2026) WIB.
Kemenangan tersebut bukan sekadar mengantar Sinner ke partai final untuk dua musim beruntun, tetapi juga menjadi momen pembalasan setelah ia disingkirkan Djokovic pada semifinal Australia Open awal tahun ini.
Sinner tampil nyaris tanpa cela sepanjang pertandingan. Servis yang akurat dipadukan dengan permainan agresif dari baseline membuat juara bertahan Wimbledon itu mampu meredam perlawanan legenda Serbia yang telah mengoleksi tujuh gelar di All England Club.
"Atmosfernya luar biasa sejak hari pertama dan sangat berarti bagi saya bisa bermain satu final lagi di sini. Ini adalah turnamen paling spesial yang kami miliki," ujar Sinner seusai pertandingan seperti dikutip ATP.
Meski sukses menyingkirkan idolanya, Sinner tetap memberikan penghormatan kepada Djokovic yang dinilainya masih menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia tenis.
"Bermain melawan Novak selalu istimewa. Apa yang masih ia tunjukkan hingga saat ini sungguh luar biasa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang," kata petenis berusia 24 tahun tersebut.
Sepanjang pertandingan, Sinner benar-benar mendominasi jalannya laga. Pada set pertama, ia hanya kehilangan empat poin saat melakukan servis. Konsistensi itu terus berlanjut di set kedua dengan hanya enam poin yang lepas saat servis, membuat Djokovic kesulitan menemukan celah untuk memberikan tekanan.
Baru pada set ketiga Djokovic memperoleh break point pertamanya setelah pertandingan berjalan hampir dua jam. Namun, peluang tersebut berhasil digagalkan Sinner sebelum akhirnya mengunci kemenangan dalam waktu dua jam 20 menit.
Hasil ini membuat Sinner kini unggul 7-5 dalam rekor pertemuan melawan Djokovic. Bahkan, petenis Italia itu berhasil memenangi enam dari tujuh duel terakhir mereka, menandai pergeseran dominasi dalam rivalitas kedua pemain.
"Kami selalu menjalani pertandingan yang sulit. Dia mengalahkan saya di semifinal Australia, jadi saya mencoba melakukan beberapa penyesuaian meski bermain di lapangan rumput tidak mudah," ujar Sinner. "Saya berusaha tetap agresif dan melakukan servis sangat baik. Itu sangat membantu karena Novak mungkin adalah pengembali servis terbaik dalam tenis saat ini, jadi saya mencoba memvariasikan permainan."
Lolos ke final membuka peluang bagi Sinner untuk mempertahankan gelar Wimbledon yang pertama kali diraihnya pada 2025 usai mengalahkan Carlos Alcaraz di partai puncak.
Pada final yang digelar Minggu (12/7/2026), Sinner akan menghadapi unggulan kedua Alexander Zverev. Petenis Jerman itu lebih dahulu memastikan tiket final setelah mengalahkan wakil tuan rumah Arthur Fery dengan skor 7-6(0), 6-2, 6-4.
Jika kembali mengangkat trofi, Sinner akan semakin menegaskan dominasinya di era tenis modern. Bersama Carlos Alcaraz, keduanya berpeluang mengoleksi 10 dari 11 gelar Grand Slam terakhir, dengan Roland Garros 2026 yang dimenangi Alexander Zverev menjadi satu-satunya pengecualian.
(Sumber: Wimbledon)
