GEBRAK.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pendidikan vokasi dengan memperluas kolaborasi antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan dunia industri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kegiatan Benchmarking SMK Batam untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Program yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan itu diikuti 131 kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMK dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta Kota Batam. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak melihat langsung praktik kerja di sejumlah perusahaan agar memperoleh gambaran nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri.
Kepala Bengkel Astra Daihatsu Batam, Andi Suprapto, mengatakan industri membutuhkan lulusan SMK yang telah memiliki kemampuan dasar sehingga proses adaptasi di tempat kerja dapat berlangsung lebih cepat.
"Yang kami butuhkan adalah lulusan yang telah memiliki kemampuan dasar, khususnya pada bidang Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan body repair. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar tersebut, proses pendidikan dan pelatihan di perusahaan dapat berlangsung lebih efektif dan tidak memerlukan waktu yang terlalu lama," ujar Andi saat menerima kunjungan peserta Benchmarking SMK di Batam, Jumat (24/7/2026).
Selain tenaga di bidang otomotif, Andi mengungkapkan perusahaan juga membutuhkan lulusan administrasi, terutama Administrasi Bisnis. Menurutnya, tingginya aktivitas pergudangan di Batam membuat kebutuhan tenaga administrasi terus meningkat.
"Kami berharap dapat menerima lebih banyak peserta magang dari SMK. Selain kompetensi Teknik Kendaraan Ringan, kami juga membutuhkan lulusan administrasi karena banyak kawasan pergudangan yang memerlukan tenaga administrasi," katanya.
Dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi juga datang dari dunia industri. Manajer Virtual Learning PT Labtech Penta Internasional, Ferry, menilai program Praktik Kerja Lapangan (PKL) menjadi sarana penting bagi siswa untuk memahami budaya kerja sekaligus meningkatkan kompetensi.
"Program ini sangat baik karena mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Program ini juga mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Ferry.
Dari sisi sekolah, Benchmarking SMK Batam menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan fasilitas praktik. Kepala SMKS Kafilul Yatim Aceh Utara, Fakhrurrazi, mengaku masih banyak peralatan industri modern yang belum tersedia di sekolahnya.
"Kami berharap melalui dukungan Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan, pemenuhan peralatan praktik di sekolah dapat semakin optimal sehingga pembelajaran lebih selaras dengan kebutuhan industri," kata Fakhrurrazi.
Fakhrurrazi juga berharap kemitraan antara SMK dan dunia usaha semakin luas sehingga lebih banyak siswa memperoleh kesempatan mengikuti PKL di perusahaan-perusahaan yang ada di Batam.
Manfaat kerja sama tersebut turut dirasakan langsung oleh peserta didik. Joshua, siswa SMKN 5 Batam, mengaku pengalaman belajar di industri membuatnya lebih mudah memahami materi yang sebelumnya hanya dipelajari di kelas.
"Seru karena saya mendapatkan banyak ilmu baru. Kalau di sekolah, saat praktik terkadang masih terasa sulit dipahami. Namun, ketika belajar langsung di industri, saya bisa melihat dan mencoba proses kerjanya secara langsung sehingga lebih mudah dipahami sedikit demi sedikit," ujar Joshua.
Selain memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), Kemendikdasmen juga terus mendorong digitalisasi pembelajaran di SMK. Salah satu upayanya melalui pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang dapat menjalankan simulator berbasis digital untuk mendukung pembelajaran praktik.
Melalui teknologi tersebut, siswa dapat mempelajari simulasi proses kerja, penggunaan peralatan, hingga teknologi industri secara lebih interaktif sebelum melakukan praktik menggunakan peralatan nyata. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
(Sumber: Kemendikdasmen)
