![]() |
| BGN mengevaluasi insentif MBG Rp6 juta per hari. Besarannya akan disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat dan cakupan layanan SPPG. ( Foto:BGN) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dirombak. Insentif yang selama ini diberikan sebesar Rp6 juta per hari tidak lagi disamaratakan, melainkan disesuaikan dengan kapasitas layanan dan jumlah penerima manfaat yang dilayani masing-masing SPPG.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan kebijakan baru tersebut disusun agar pemberian insentif lebih adil. Menurutnya, terdapat perbedaan beban kerja antardapur MBG sehingga besaran insentif tidak tepat jika diberikan dengan nominal yang sama.
"Enggak juga dong yang 300 meter atau 400 meter, ada bahkan yang 500 meter yang lebih bagus kok disamaratakan Rp6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," ujar Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7).
Ia mencontohkan terdapat SPPG yang hanya melayani sekitar 500 penerima manfaat, sementara dapur lain harus melayani hingga sekitar 1.000 orang atau lebih. Dengan beban operasional yang berbeda, BGN menilai besaran insentif seharusnya disesuaikan berdasarkan tingkat pelayanan.
Menurut Agustina, skema baru nantinya akan mempertimbangkan sejumlah indikator, termasuk jumlah penerima manfaat, cakupan wilayah pelayanan, hingga efektivitas operasional masing-masing SPPG.
Efisiensi Anggaran MBG Ikut Disiapkan
Selain mengevaluasi insentif, BGN juga tengah melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari pembenahan tata kelola.
Agustina menjelaskan efisiensi tersebut merupakan konsekuensi dari penyusunan sistem yang lebih efektif dan tepat sasaran. Namun, ia belum mengungkap besaran penghematan anggaran yang akan dicapai.
"Bahwa dengan perbaikan tata kelola, misalnya insentif, kita akan mencari skema yang paling fair. Lalu refocusing, otomatis efisiensinya pasti akan mengikuti," katanya.
Data 63 Juta Penerima MBG Juga Diverifikasi
Perubahan skema insentif menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG. Saat ini, BGN juga memprioritaskan validasi data sekitar 63 juta penerima manfaat agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Menurut Agustina, pemerintah ingin memastikan jumlah penerima manfaat yang selama ini digunakan benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Hasil verifikasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyaluran program sekaligus menghitung kebutuhan anggaran secara lebih akurat.
Digitalisasi Tata Kelola Diperkuat
BGN juga berencana mempercepat digitalisasi pengelolaan Program MBG. Sistem digital dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, mempermudah pengawasan, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan anggaran di setiap SPPG.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung perbaikan tata kelola secara menyeluruh sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan.
(berbagai sumber)
