![]() |
| Australia resmi menaikkan biaya semua jenis visa mulai 1 Juli 2026. Simak daftar tarif terbaru dan dampaknya bagi pemohon ( Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
Pemerintah Australia resmi menaikkan biaya pengajuan visa untuk seluruh kategori mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini berlaku bagi semua jenis visa, mulai dari visa turis, pelajar, pekerja terampil, hingga visa pasangan.
Perubahan tersebut diumumkan melalui Departemen Dalam Negeri (Department of Home Affairs) Australia. Dalam keterangannya, pemerintah menyatakan bahwa biaya permohonan visa telah diperbarui dan masyarakat diminta mengecek tarif terbaru sesuai subkelas visa yang diajukan.
"Pada 1 Juli 2026, biaya permohonan visa untuk semua visa berubah. Biaya permohonan visa saat ini dapat ditemukan di halaman web subkelas visa," tulis Departemen Dalam Negeri Australia.
Kenaikan biaya ini merupakan bagian dari penyesuaian tahunan pemerintah Australia terhadap biaya layanan keimigrasian. Namun, untuk tahun ini, sejumlah kategori visa mengalami kenaikan yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar penyesuaian inflasi.
Daftar tarif baru visa Australia
Berdasarkan pembaruan pemerintah Australia, berikut beberapa biaya visa terbaru yang mulai berlaku per 1 Juli 2026:
Visa Pelajar (Subclass 500): naik dari AUD2.000 menjadi AUD2.500.
Visa Temporary Graduate (Subclass 485): menjadi AUD5.750.
Visa Partner: menjadi AUD11.710.
Visa Skilled (Subclass 189, 190, 491, 186): sekitar AUD6.135 hingga AUD6.140.
Visitor Visa (Subclass 600) untuk pemohon dari luar Australia: naik menjadi AUD250.
Sementara itu, pemerintah juga tetap memberikan skema biaya khusus bagi pemohon yang berasal dari negara-negara Pasifik, Timor-Leste, dan sejumlah negara anggota ASEAN yang memenuhi syarat tertentu.
Berlaku untuk seluruh pemohon baru
Tarif baru hanya berlaku bagi permohonan visa yang diajukan mulai 1 Juli 2026. Artinya, pemohon yang telah mengajukan aplikasi sebelum tanggal tersebut tetap dikenakan biaya sesuai aturan lama.
Departemen Dalam Negeri Australia juga mengingatkan bahwa besaran biaya akhir dapat berbeda tergantung jenis visa, subkelas, serta jumlah anggota keluarga yang ikut dimasukkan dalam permohonan. Karena itu, pemohon disarankan menggunakan kalkulator biaya visa resmi sebelum mengajukan aplikasi.
Menuai kritik
Kenaikan biaya visa Australia memicu kritik dari berbagai kalangan, terutama sektor pendidikan dan dunia usaha. Mereka menilai lonjakan tarif yang cukup tinggi berpotensi mengurangi daya saing Australia sebagai tujuan studi, bekerja, maupun wisata.
Sejumlah organisasi bisnis menilai kenaikan biaya tersebut melampaui tingkat inflasi dan dikhawatirkan membuat Australia kalah bersaing dibanding negara tujuan lain seperti Kanada maupun Inggris dalam menarik mahasiswa internasional dan tenaga kerja asing.
Meski demikian, pemerintah Australia menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari pengelolaan sistem migrasi yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung pembiayaan layanan keimigrasian di negara tersebut.
(berbagai sumber)
