Cetak Rekor 11 Penyelamatan di Final Piala Dunia 2026, Emi Martinez Tetap Gagal Selamatkan Argentina dari Kekalahan

Emiliano "Emi" Martinez mencatatkan sejarah baru saat tampil luar biasa pada final Piala Dunia 2026. Namun, penampilan gemilang kiper Timnas Argentina itu berakhir pahit setelah La Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1. (Foto: AFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Emiliano "Emi" Martinez mencatatkan sejarah baru di panggung sepak bola dunia saat tampil luar biasa pada final Piala Dunia 2026. Namun, penampilan gemilang kiper Timnas Argentina itu berakhir pahit setelah La Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1.

Laga final yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, menjadi panggung dominasi La Furia Roja. Meski Martinez berkali-kali menggagalkan peluang lawan, Argentina akhirnya tetap pulang tanpa trofi.

Satu-satunya gol dalam pertandingan lahir pada menit ke-106 melalui Ferran Torres. Penyerang Spanyol itu sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk membobol Martinez sekaligus memastikan negaranya kembali menjadi juara dunia.

Di balik kekalahan tersebut, Emi Martinez justru mengukir rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah final Piala Dunia.

Berdasarkan data ESPN, penjaga gawang Aston Villa itu melakukan 11 penyelamatan sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut menjadi rekor baru sebagai kiper dengan penyelamatan terbanyak dalam satu laga final Piala Dunia.

Catatan impresif itu menunjukkan betapa besarnya tekanan yang harus dihadapi Martinez sepanjang pertandingan. Serangan demi serangan dilancarkan para pemain Spanyol, tetapi berkali-kali mampu dimentahkan oleh refleks dan ketangguhan sang kiper.

Sayangnya, perjuangan Martinez tidak diimbangi penampilan rekan-rekannya di lini depan.

Statistik pertandingan memperlihatkan dominasi mutlak Spanyol. Tim asuhan La Furia Roja menguasai 65 persen penguasaan bola, sedangkan Argentina hanya mencatatkan 35 persen.

Keunggulan Spanyol juga terlihat dari agresivitas mereka dalam membangun serangan. Tim Matador melepaskan 12 tembakan tepat sasaran ke gawang Argentina.

Sebaliknya, Argentina gagal memberikan ancaman berarti. Sepanjang 120 menit pertandingan, Lionel Messi dan kolega bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan yang mengarah tepat ke gawang Spanyol.

Situasi tersebut membuat Martinez menjadi pemain Argentina yang paling sibuk di lapangan. Hampir sepanjang pertandingan ia dipaksa bekerja keras menghalau berbagai peluang emas lawan.

Puncak tekanan terjadi pada babak tambahan waktu. Gol kemenangan Spanyol bermula dari sebuah skema serangan yang rapi. Bola diarahkan ke sisi jauh pertahanan Argentina sebelum disambut sundulan Nico Williams ke depan gawang.

Ferran Torres yang berdiri bebas langsung menyambar bola tanpa mampu dihentikan Martinez. Meski sudah tampil luar biasa selama pertandingan, kali ini sang kiper tak kuasa mencegah bola bersarang di dalam gawangnya.

Gol tersebut sekaligus mengakhiri harapan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.

Ironisnya, rekor 11 penyelamatan yang dibukukan Martinez justru menjadi catatan yang terasa pahit. Penampilan heroiknya gagal mengubah hasil akhir pertandingan karena minimnya kontribusi lini serang Argentina.

Meski demikian, performa Martinez tetap menuai banyak pujian. Ia menjadi salah satu pemain terbaik di final berkat sederet penyelamatan krusial yang membuat Argentina mampu bertahan hingga babak tambahan waktu.

Bagi Spanyol, kemenangan ini menjadi bukti dominasi mereka sepanjang turnamen. Tim Matador tampil konsisten sejak fase grup hingga final dan menutup perjalanan dengan trofi Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan juara bertahan Argentina.

Sementara bagi Emi Martinez, final di New Jersey akan selalu dikenang sebagai malam ketika ia mencetak rekor bersejarah, tetapi harus menerima kenyataan pahit melihat trofi Piala Dunia lepas dari genggaman.

(Sumber: ESPN)