Janji Pedro Porro kepada Sang Kakek Akhirnya Terwujud, Spanyol Pulang dengan Trofi Piala Dunia 2026

Bek tim nasional Spanyol Pedro Porro (paling kiri) berebut bola dengan Leandro Pareddes (tengah) dari Argentina saat pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 di Stadin New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026). (Foto: Xinhua)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Kesuksesan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi jutaan pendukung La Furia Roja. Di balik kemenangan dramatis atas Argentina, tersimpan kisah emosional bek kanan Pedro Porro yang akhirnya berhasil mewujudkan impian sekaligus memenuhi janjinya kepada sang kakek.

Spanyol memastikan diri sebagai juara dunia setelah menundukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final yang digelar di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) WIB.

Gol semata wayang kemenangan La Furia Roja dicetak Ferran Torres pada menit ke-106. Namun, proses terciptanya gol tersebut berawal dari kontribusi penting Pedro Porro yang mengirimkan umpan silang akurat ke kotak penalti.

Bola kiriman Porro kemudian disambut sundulan Nico Williams sebelum diteruskan Ferran Torres menjadi gol yang memastikan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah terakhir kali mengangkat trofi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Bagi Pedro Porro, momen tersebut bukan sekadar keberhasilan membawa negaranya menjadi kampiun dunia. Ada janji pribadi yang akhirnya berhasil ia tepati.

Bek milik Tottenham Hotspur itu mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum laga final, sang kakek memberikan pesan sederhana yang terus terngiang di kepalanya.

"Beberapa hari yang lalu kakek saya berkata, 'Bawa pulang trofi itu, Nak'," ujar Porro kepada wartawan di mixed zone usai pertandingan.

Ucapan tersebut menjadi motivasi besar bagi pemain berusia 26 tahun itu sepanjang pertandingan.

"Hari ini saya menepati kata-kata itu. Saya sudah tidak sabar keluar dari sini dan meneleponnya karena dia pasti sangat bahagia, sangat emosional, begitu juga saya," lanjutnya.

Momen haru itu menjadi salah satu cerita paling menyentuh setelah Spanyol memastikan diri sebagai penguasa baru sepak bola dunia.

Meski menjadi salah satu pemain paling konsisten sepanjang turnamen, Porro mengaku dirinya masih sulit mempercayai pencapaian luar biasa yang baru saja diraih bersama rekan-rekannya.

"Saya tidak percaya. Saya rasa beberapa hari pertama akan berlalu dan saya masih belum percaya. Namun, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung kami sejak menit pertama. Saya bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana suasana di Spanyol saat ini," katanya.

Perjalanan Porro menuju tim nasional tidak selalu mudah. Sebagian besar karier profesionalnya justru dijalani di luar Spanyol sehingga namanya sempat kurang mendapat sorotan dari publik negaranya sendiri.

Setelah mengembangkan karier di Liga Portugal dan kemudian menjadi andalan Tottenham Hotspur di Liga Primer Inggris, Porro harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat reguler di Timnas Spanyol.

Menurutnya, pencapaian sebagai juara dunia merupakan buah dari perjuangan panjang yang dilakukan tanpa banyak sorotan.

"Saya bermain di Liga Primer, saya berada di luar Spanyol, jadi banyak orang tidak terlalu sering melihat saya bermain. Sejak debut bersama timnas, tidak pernah mudah bagi saya untuk mendapatkan tempat di sini. Kini, hidup telah memberikan hal itu kepada saya," ungkap Porro.

Porro juga menegaskan bahwa keberhasilan Spanyol bukan hasil kerja satu atau dua pemain saja, melainkan buah dari kekompakan seluruh anggota skuad selama turnamen berlangsung.

Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama yang mengantarkan La Furia Roja kembali berdiri di puncak sepak bola dunia setelah penantian selama 16 tahun.

"Ini bukan hanya tentang 11 pemain di lapangan, ini tentang 26 pemain yang hidup bersama. Saya berharap Spanyol bangga karena kami telah membawa pulang bintang kedua," jelas Porro.

Gelar juara Piala Dunia 2026 menjadi trofi dunia kedua bagi Spanyol setelah keberhasilan bersejarah pada edisi 2010. Kemenangan atas Argentina sekaligus menandai kebangkitan generasi baru La Furia Roja yang diperkuat perpaduan pemain muda berbakat dan sejumlah nama berpengalaman.

Bagi Pedro Porro, malam bersejarah di New Jersey bukan hanya tentang trofi emas yang berhasil dibawa pulang. Lebih dari itu, ia berhasil memenuhi janji kepada sosok yang paling berjasa dalam hidupnya, sang kakek, yang kini bisa ikut merasakan kebanggaan melihat cucunya mengantarkan Spanyol kembali menjadi juara dunia.

(Sumber: Xinhua)