![]() |
| Pemkot Depok mengusulkan lima rute baru Transjabodetabek untuk memperkuat konektivitas ke Jakarta. Simak daftar lengkap trayeknya. (Foto: Gebrak.id) |
GEBRAK.ID, DEPOK--Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus memperkuat konektivitas transportasi umum dengan mengusulkan lima rute baru layanan Transjabodetabek yang menghubungkan sejumlah kawasan di Depok dengan pusat aktivitas di Jakarta.
Usulan tersebut telah diajukan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta sejak April 2026 dan kini memasuki tahap pembahasan akhir sebelum memperoleh persetujuan operasional. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi massal lintas wilayah di kawasan Jabodetabek.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian koordinasi bersama Dishub DKI Jakarta dan TransJakarta untuk mematangkan rencana pengoperasian koridor baru tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TransJakarta dan Dishub DKI Jakarta. Tujuannya mengembangkan trayek Transjabodetabek agar semakin mempermudah mobilitas masyarakat Depok menuju Jakarta," kata Aan belum lama ini.
Dalam usulan tersebut terdapat empat koridor baru dan satu penyesuaian trayek (rerouting). Empat rute baru yang diajukan meliputi:
• Shila at Sawangan–Lebak Bulus
• Terminal Sawangan–Kuningan
• Terminal Depok–Cinere–Blok M
• Terminal Jatijajar–Terminal Kampung Rambutan
Sementara itu, satu rute yang diusulkan untuk mengalami penyesuaian adalah koridor D21. Trayek yang sebelumnya melayani Terminal Jatijajar–Manggarai diusulkan berubah menjadi Universitas Indonesia–Manggarai guna meningkatkan efektivitas layanan sesuai kebutuhan perjalanan masyarakat.
Menurut Aan, tingginya mobilitas warga Depok menuju Jakarta setiap hari menjadi alasan utama perlunya penambahan jaringan angkutan massal. Sebagian besar masyarakat melakukan perjalanan untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun berbagai aktivitas lainnya.
Aan berharap kehadiran koridor baru dapat mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, sehingga membantu menekan kemacetan di jalur perbatasan Depok-Jakarta sekaligus mendukung penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.
Apabila seluruh usulan disetujui, Dishub Kota Depok juga akan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk pembangunan halte baru di sejumlah titik yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional.
"Kami tentu akan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, termasuk halte. Namun saat ini fokus kami masih pada pemetaan serta penguatan usulan trayek," ujar Aan.
Sebelumnya, kerja sama antara Pemerintah Kota Depok dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menghasilkan perluasan layanan TransJakarta rute 9H hingga Tugu Tanah Baru pada April 2026. Pengembangan tersebut menjadi salah satu contoh integrasi transportasi antardaerah yang diharapkan terus berlanjut melalui penambahan koridor Transjabodetabek lainnya.
Dengan bertambahnya pilihan rute, masyarakat Depok diharapkan memperoleh akses transportasi umum yang semakin mudah, nyaman, terjangkau, serta terintegrasi dengan jaringan angkutan massal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
(Sumber: Dishub Depok)
