FIFA Bela Wasit Laga Argentina vs Mesir, Collina: Semua Keputusan Sudah Tepat dan Sesuai Aturan

Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina menegaskan keputusan wasit Francois Letexier pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir telah diambil secara tepat dan sesuai dengan Laws of the Game. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina menegaskan keputusan wasit Francois Letexier pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir telah diambil secara tepat dan sesuai dengan Laws of the Game.

Pernyataan tersebut disampaikan Collina untuk menjawab berbagai perdebatan yang muncul usai laga dramatis yang dimenangi Argentina dengan skor 3-2. Sejumlah keputusan wasit, termasuk pembatalan gol Mesir dan insiden kontak di kotak penalti, menjadi sorotan publik.

Dikutip dari laman resmi FIFA, Kamis (9/7/2026), Collina menilai seluruh keputusan penting dalam pertandingan telah melalui proses evaluasi yang cermat, termasuk dengan bantuan Video Assistant Referee (VAR).

Menurut mantan wasit asal Italia itu, pembatalan gol penyerang Mesir Mostafa Zico merupakan keputusan yang benar karena sebelumnya terjadi pelanggaran yang dilakukan Marwan Attia terhadap bek Argentina, Lisandro Martínez.

"Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir di mana pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, jelas menginjak kaki pemain nomor 6 Argentina, Lisandro Martínez," ujar Collina.

Collina menegaskan bahwa dalam penerapan aturan sepak bola tidak ada batasan mengenai seberapa jauh jarak dari gawang ataupun berapa lama waktu antara pelanggaran dengan proses terjadinya gol.

"Kami berpendapat bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas dari apakah pelanggaran tersebut tampak 'jelas' atau tidak, jika wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR dapat melakukan intervensi," tegasnya.

Tak Ada Penalti untuk Mesir

Collina juga menjelaskan keputusan wasit yang tidak memberikan hadiah penalti kepada Mesir pada momen benturan antara Mohamed Salah dan Julián Alvarez menjelang gol ketiga Argentina.

Menurutnya, wasit bersama tim VAR telah menilai Alvarez lebih dahulu menyentuh bola sebelum terjadi kontak dengan Salah sehingga insiden tersebut masih dianggap sebagai duel yang wajar dalam permainan.

"Sekali lagi, contoh kejadian ini terlihat di akhir pertandingan yang sama; wasit dan VAR menilai kontak fisik antara pemain nomor punggung 10 Mesir, Mohamed Salah, dan pemain nomor punggung 9 Argentina, Julián Alvarez, sebagai kontak yang wajar dalam permainan sepak bola," jelas Collina.

Tolak Tuduhan terhadap Integritas Wasit

Collina mengakui bahwa keputusan wasit selalu mengandung unsur subjektivitas dan akan terus menjadi bahan diskusi dalam sepak bola.

Namun, ia menegaskan kritik harus tetap berada dalam koridor yang konstruktif dan tidak berubah menjadi tuduhan yang menyerang integritas perangkat pertandingan.

"Tentu saja, diskusi yang membangun mengenai keputusan akan selalu menjadi bagian dari sepak bola, namun tuduhan tak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga kita," kata Collina. "Tak ada seorang pun yang boleh mempertanyakan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia FIFA. Hal semacam itu dapat memicu reaksi berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Ini hal yang tak dibenarkan."

Wasit FIFA Bekerja Secara Independen

Dalam kesempatan yang sama, Collina juga menepis anggapan bahwa wasit FIFA dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun, termasuk oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.

Ia menegaskan seluruh perangkat pertandingan bekerja secara independen dengan berpedoman pada peraturan permainan.

"Beliau senantiasa menunjukkan dukungan penuh terhadap tim wasit FIFA sembari memercayakan kami untuk bekerja dengan independensi penuh," ujar Collina mengenai Gianni Infantino. "Para perangkat pertandingan mengambil keputusan secara jujur dan, sama halnya dengan pemain maupun pelatih, mereka selalu berupaya memberikan yang terbaik."

Meski mengakui ada beberapa keputusan yang masih memicu perdebatan sepanjang Piala Dunia 2026, Collina menilai secara keseluruhan performa para wasit sudah berjalan dengan baik.

Menurutnya, padatnya jadwal pertandingan memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, FIFA terus melakukan evaluasi agar setiap wasit tampil lebih siap pada pertandingan berikutnya.

"Secara keseluruhan, kami merasa senang. Namun, dengan banyaknya pertandingan yang dijalani dalam waktu yang relatif singkat, wajar jika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai harapan," pungkas Collina.

(Sumber: FIFA)